Goa Gajah Bali, Refleksi Toleransi Umat Beragam di Masa Lalu!

Goa Gajah Bali
Photo by @mrshutterup

Nyero.ID – Berbicara tentang wisata di Bali seolah tidak ada habisnya untuk dibahas satu per satu.  Terkenal dengan julukan Pulau Dewata, Bali menjadi salah satu surganya pariwisata di Indonesia.  Ada banyak destinasi wisata yang bisa disambangi selama liburan ke Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Goa Gajah Bali yang berada di Kabupaten Gianyar.

Sejarah Pura Goa Gajah Bali

Goa Gajah merupakan goa buatan yang difungsikan sebagai tempat ibadah.  Beberapa prasasti yang ditemukan tidak ada satupun yang secara langsung menyebutkan nama Goa Gajah.

Namun dalam Prasasti Songan Tambahan yang dikeluarkan oleh Raja Marakata tahun 1022 M dan Prasasti Cempaga yang dikeluarkan oleh Raja Sri Mahaguru tahun 1324 terdapat penyebutan Er Gajah.

Sementara Prasasti Dawan tahun 1053 M dan Prasasti Pandak Badung tahun 1070 M menyebutkan adanya tempat suci bernama Antakunjarapadda, dimana kata kunjara bisa diartikan sebagai gajah.

Di dalam sebuah kitab lontar yang disusun oleh Mpu Prapanca disebutkan bahwa pada tahun 1365 terdapat literatur Lwa Gajah yang bisa diartikan sebagai sungai gajah.  Yaitu sungai yang letaknya di depan candi yang saat ini dikenal dengan Sungai Petanu.

Kawasan Candi Goa Gajah Bali sendiri dibangun oleh Raja Sri Bedahulu pada tahun 1365 M yang kemudian ditaklukkan oleh Patih Gajah Mada dan menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Penemuan Goa Gajah berawal dari adanya laporan pejabat Hindia Belanda L.C Heyting pada tahun 1923 kepada pemerintah Hindia Belanda setelah menemukan arca Ganesha, Trilingga dan Hariti.  Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian di tahun 1925 oleh Dr.  WF. Stuterhiem.

Pada tahun 1931 Mr.  Conrat Spies juga menemukan peninggalan bersejarah yang cukup penting di kompleks “tukad pangkung”, yaitu berupa stupa bercabang tiga yang dipahat pada dinding batu yang telah runtuh.

Pada tahun 1950 Dinas Purbakala RI melakukan penelitian bersama J.L Krijgman.  Dari sejumlah penggalian pada tahun 1954 – 1979 ditemukan tempat petirtaan kuno dan enam buah patung wanita dengan pancuran ai di dada.

Hingga saat ini keberadaan patung tersebut dipercaya mampu memberikan penyucian aura bagi pengunjung.

Arca Widyadhari di petirtaan ini berjajar di bagian utara dan selatan masing-masing tiga buah.  Arca ini diletakkan di atas lapik teratai atau padma yang menjadi simbol alam semesta stana Hyang Widhi.

Sedangkan arca Widyadhara berada di tengah keenam arca Widyadhari.  Hal ini tidak terlepas dari konsep Sapta Nadi atau tujuh sungai suci yang terdiri dari Gangga, Sindhu, Saraswati, Yamuna, Godawari, Serayu dan Narmada.

Goa Gajah sendiri dipahat pada batu padas keras yang menjorok keluar sejauh 5,75 meter dari dinding batu tersebut.  Ketinggiannya sekitar 6,75 meter sementara lebarnya 8,6 meter.

Permukaan goa ini dihiasi dengan ukiran dengan motif dedaunan, batu karang, raksasa, kera hingga babi.  Sementara pada bagian depan goa terdapat ukiran muka raksasa dengan bentuk yang menyeramkan.

Dari sejumlah data dan penelitian dapat dikemukakan bahwa situs Goa Gajah merupakan tempat suci yang difungsikan sebagai pusat kegiatan Agama Hindu dan Buddha pada masa pemerintahan Dinasti Warnadewa dari abad 10 M – 14 M atau berlangsung selama kurang lebih 400 tahun.

Mengunjungi Goa Gajah sebagai salah satu situs bersejarah di Bali bisa menjadi alternatif pilihan yang menarik saat liburan di Pulau Bali.

Bagi sobat Nyero yang berencana liburan ke Pura Goa Gajah Bali, berikut ini adalah informasi mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Goa Gajah Bali per Januari 2020 sebesar Rp 30.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 50.000 untuk wisatawan asing.  Sementara untuk biaya parkir ditetapkan sebesar Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk sepeda motor.

*harga tiket masuk bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pihak pengelola

Jam Buka

Goa Gajah Bali buka setiap hari mulai pukul 08.00 WITA – 16.00 WITA.  Dengan jam buka yang cukup panjang wisatawan bisa datang sesuai keinginan, sehingga memungkinkan untuk menyambangi destinasi wisata lainnya yang terdekat.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Goa gajah Bali sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Beberapa fasilitas tersebut antara lain adalah area parkir, toilet, warung makan dan kios souvenir.

Daya tarik

Pura Goa gajah memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan pura kebanyakan yang ada di Pulau Bali.  Tidak heran jika UNESCO mencatat goa ini sebagai warisa dunia dalam daftar tentatif di tahun 1995 dalam bidang kebudayaan.

Dengan gaya arsitektur yang unik, Goa Gajah terbagi menjadi dua area utama yaitu area pertama di sebelah utara dan area kedua di bagian selatan.

Area utara merupakan lokasi keberadaan warisan ajara Siwa, terlihat dari keberadaan patung Ganesha dan Trilingga.  Area ini juga merupakan lokasi peribadahan bagi umat Hindu yang ada di Pulau Dewata Bali.

Patung Ganesha di area ini merupakan simbol kebijaksanaan atau Vinayaka dalam ajaran Agama Hindu.  Dewa Ganesha sendiri disebut sebagai penolak bahaya atau Ganapati dan memiliki tujuh nama sesuai dengan tugasnya.

Patung Ganesha berbentuk manusia yang memiliki wajah gajah dan empat lengan dimana masing-masing lengan membawa benda yang berbeda.  Yaitu paracu atau kapak yang menjadi simbol untuk menghancurkan semua bahaya.

Mangkuk yang menjadi simbol pengetahuan, patahan taring yang menjadi simbol sifat keganasan serta aksamala atau rantai tak terputus yang menjadi simbol pengetahuan yang tak terbatas.

Patung Trilingga di area pertama merupakan simbol Siwa berdasarkan konsep Tri Murti Agama Hindu, yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa.

Masing-masing lingga dikelilingi oleh 8 lingga kecil serta lingga yoni yang menjadi simbol kekuatan, kekuasaan, kehidupan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Sementara area kedua merupakan lokasi peribadahan Agama Buddha.  Area yang dikenal dengan sebutan Tukad Pangkung ini menyimpan stupa Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitabha.

Artefak lainnya yang ada di area selatan adalah tiga belas stupa berjenjang dengan komposisi ukiran atau catra seperti payung.  Sementara stupa lainnya bercabang tiga yang dibuat dengan pahatan pada dinding batu.  Stupa ini menjadi simbol kejayaan Buddha.

Sedangkan Kuil Petapaan di area ini menyimpan patung Buddha yang diperkirakan ada sejak abad ke ke-9.  Hal ini sekaligus menjadi bukti penyebaran Agama Buddha di Pulau Bali.

Di kawasan Goa Gajah ini pengunjung juga bisa sejenak rehat di taman buatan dengan suasana yang asri dan bikin betah.  Tidak jauh dari Tukad Pangkung juga terdapat air terjun yang bisa dijelajahi keindahannya.

Karena merupakan tempat ibadah yang dianggap suci, ada beberapa aturan bagi pengunjung yang ingin masuk kedalam Goa Gajah Bali.  Selain larangan bagi wanita haid untuk masuk, pengunjung juga harus mengenakan kain sarung yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

Puas menjelajahi keunikan Goa Gajah Bali wisatawan bisa melengkapi agenda liburannya dengan mengunjungi tempat wisata yang terdekat.  Seperti Pura Samuan Tiga, Museum Arkeologi Gedong Arca, Relief Yeh Pulu, Goa Garba, dan Ubud Monkey Forest.

Lokasi

Lokasi Goa Gajah Bali berada di Desa Bedulu, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.  Jaraknya sekitar 5 km dari Ubud dan 27 km dari Kota Denpasar Bali.