Gunung Api Purba, Menjelajahi Keindahan Alam dan Misteri Kampung Pitu di Nglanggeran

Gunung Api Purba
Photo by @fingki_syaputra

 

Nyero.ID – Gunung Api Purba di Kabupaten Gunung Kidul bisa menjadi tujuan wisata yang menarik bersama keluarga.  Tempat wisata ini bukan hanya menyajikan keindahan alam saja tetapi juga memiliki cerita sejarah yang sarat akan nuansa mistis dan mitos di dalamnya.

Selain deretan pantainya yang eksotis, Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Gunung Kidul.

Pada tahun 1999 objek wisata ini awalnya dikelola oleh karang taruna setempat namun dengan fasilitas yang belum memadai.  Kemudian di tahun 2008 pengelolaannya diambil alih oleh Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran dengan menambah berbagai macam fasilitas di dalamnya.

Nama Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri semakin populer di kalangan wisatawan setelah banyak pengguna media sosial yang mengunggah foto-foto liburan mereka di tempat ini.

Selain itu, sepenggal lirik lagu dari Didi Kempot yang menyebutkan tentang Gunung Api Purba membuat banyak orang penasaran dan akhirnya mengunjungi lokasi wisata ini.

Gunung Api Purba sendiri berasal dari dasar laut dan kemudian terangkat ke permukaan oleh proses alam sehingga menjadi daratan jutaan tahun lalu.  Menurut penelitian, gunung yang terlihat menyerupai bukit ini adalah puncak dari gunung api purba tersebut.

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa gunung ini merupakan gunung berapi aktif sekitar 60-70 juta tahun yang lalu.  Seiring berjalannya waktu gunung api purba menjadi gunung yang mati dan tidak aktif lagi sehingga kemungkinan untuk meletus sangat kecil sekali.

Gunung ini tersusun oleh fragment manterial vulkanik yang sudah tua sehingga memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri.  Bahkan pada tahun 2015, UNESCO telah menetapkan Desa Nglanggeran dan Gunung Api Purba sebagai kawasan Global Geopark Network.

Gunung purba di Gunung Kidul ini juga sarat akan kisah legenda dan mitos di dalamnya.  Menurut mitos yang ada, Gunung Api Purba Nglanggeran dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo serta tokoh pewayangan Punokawan.  Beberapa batuan besar di lokasi gunung ini bahkan sering digunakan sebagai tempat untuk pertapaan warga.

Puncak Gunung Api Purba yang dikenal dengan nama Gunung Gede berada di ketinggian sekitar 700 mdpl dan menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati momen sunrise di pagi hari.

Meskipun area di puncak gunung ini cukup luas namun tidak bisa digunakan untuk aktivitas camping.  Pengunjung disarankan untuk berkemah di area yang berada di bawahnya sekitar 50 meter karena lokasinya sangat strategis dan bisa berlindung dari kencangnya angin di Gunung Api Purba.

Bagi sobat Nyero yang tertarik untuk berkunjung ke Gunung Api Purba, berikut ini adalah beberapa informasi mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke lokasi wisata Gunung Api Purba cukup bervariasi, yaitu sebesar Rp 15.000 bagi wisatawan yang datang pada siang hari.  Rp 20.000 bagi wisatawan yang datang malam hari dan Rp 30.000 bagi wisatawan asing.

Harga tiket masuk ke Air Terjun Kedung Kandang sebesar Rp 7.000 sementara tiket masuk ke Kampung Pitu sebesar Rp 15.000.

Jam Buka

Gunung Api Purba buka setiap hari selama 24 jam sehingga memungkinkan pengunjung untuk datang sesuai kebutuhan.  Apakah ingin berburu sunrise, sunset atau bahkan berkemah di lokasi wisata ini.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di kawasan Gunung Api Purba sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain adalah fasilitas MCK, posko kesehatan, pusat informasi, tempat ibadah, pusat kuliner dan oleh-oleh, balai pertemuan, homestay, camping ground, jalur pendakian, dll.

Daya Tarik

Gunung Api Purba di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul telah ditetapkan sebagai kawasan Global Geopark Network oleh UNESCO.  Selain menyajikan panorama alam yang indah, gunung purba ini juga menyimpan cerita sejarah, kisah legenda dan mitos di dalamnya yang sarat akan nuansa mistis.

Saah satunya adalah misteri mengenai Kampung Pitu, sebuah pemukiman di kawasan ini yang hanya dihuni oleh 7 kepala keluarga.  Lokasinya berada di wilayah Tlogo Mardidho, Dusun Nglanggeran, Patuk, tepatnya di atas puncak Gunung Nglanggeran.

Misteri keanehan ini berawal dari sering terjadinya kematian pada warga ke-8 yang menjadi warga tetap di desa tersebut.  Demikian juga sebaliknya, jika penduduk di desa tersebut kurang dari 7 kepala keluarga maka warga setempat akan diserang berbagai penyakit yang berujung pada kematian.

Terlepas dari misteri Kampung Pitu yang unik, Gunung Api Purba menyajikan panorama alam yang sangat indah dengan view alam perbukitan di sekitarnya.  Tempat ini menawarkan spot terbaik untuk menikmati momen sunrise maupun sunset.

Jalur pendakian menuju ke puncak sudah dilengkapi dengan tali dan peralatan keamanan yang akan memudahkan pengunjung untuk mendaki sampai ke puncak. Pengunjung juga akan melewati lorong-lorong sempit dengan keunikan tersendiri yang membuat perjalanan semakin berkesan.

Di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran terdapat mata air yang dikenal dengan sebutan Sumber Air Comberan.  Sumber mata air ini konon tidak pernah kering dan airnya dipercaya bisa membuat awet muda jika dibasuhkan ke wajah.

Di kawasan Gunung Api Purba pengunjung bisa menikmati deretan gunung yang ada di sekitarnya.  Diantaranya adalah Gunung Gedhe yang merupakan puncak dari gunung purba.  Dari lokasi ini pengunjung bisa dengan leluasa menikmati keindahan alam.

Selain Gunung Gedhe ada Gunung Blencong yang tidak kalah menawan.  Gunung ini memiliki bentuk yang unik karena menyerupai alat penerangan jaman dulu yang berbahan minyak kelapa.  Menurut warga setempat bentuk gunung ini menyerupai blencong yang digunakan oleh Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan.

Ada juga Gunung Kelir yang dipercaya warga setempat sebagai tempat tinggal Kyai Ongko Wijoyo.  Sementara gunung lainnya bernama Gunung Bongos yang konon digunakan Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan untuk meletakkan blencong.

Sedangkan Gunung Buchu konon merupakan puncak Gunung Merapi yang dipindahkan oleh Punokawan.  Lokasi wisata ini sering dimanfaatkan oleh para pecinta alam untuk aktivitas panjat tebing.

Selain gunung, di kawasan ini juga terdapat Tlogo Wungu yang konon merupakan tempat pemandian para bidadari dan hanya bisa terlihat oleh mereka yang berhati bersih.  Sementara Tlogo Mardidho konon digunakan sebagai tempat pemandian kuda-kuda yang dinaiki oleh para bidadari.

Bukan hanya gunung dan tlogo saja, di kawasan Gunung Api Purba juga terdapat Embung Nglanggeran yang berada di ketinggian sekitar 500 mdpl.  Embung yang difungsikan sebagai tempat penampungan air hujan ini menyajikan keindahan alam yang begitu mempesona.

Embung pertama di Provinsi DIY ini dibangun pada tahun 2012 dan menjadi salah satu spot yang banyak dikunjungi oleh para pemburu senja.

Dari lokasi embung ini wisatawan bisa menikmati momen sunset dengan view Gunung Api Purba yang terlihat begitu syahdu.  Area parkir yang luas di kawasan Embung Nglanggeran juga sering digunakan untuk acara gathering.

Momen liburan di Gunung Api Purba tidak akan lengkap tanpa singgah sejenak ke Air Terjun Kedung Kandang.  Tempat wisata ini menyajikan keindahan alam yang begitu menawan dengan perpaduan sawah terasering dan aliran air diantara bebatuan vulkanik.

Meskipun air terjun ini sifatnya musiman dan debitnya berkurang di musim kemarau, namun pesona dan keindahannya sangat layak untuk diabadikan dalam bidikan kamera.

Lokasi

Lokasi Gunung Api Purba berada di Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.  Jaraknya sekitar 29 km dari pusat kota Jogja dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.