Gunung Lembu Purwakarta, Menikmati Keindahan Waduk Terbesar di Indonesia dari Atas Ketinggian!

Gunung Lembu
Photo by @khoerull_mustofa

Nyero.ID – Gunung Lembu di Purwakarta menjadi salah satu tujuan pendakian yang cukup menarik bagi para pendaki pemula.  Dengan ketinggian sekitar 792 mdpl, Gunung Lembu memiliki jalur trek yang tidak terlalu panjang dan cukup ramah bagi pendaki pemula, bahkan bagi orang yang belum pernah mendaki sekalipun.

Gunung Lembu menyajikan panorama alam yang indah dengan view Waduk Jatiluhur dan landscape Kota Purwakarta dari atas ketinggian.  Sementara pemandangan Gunung Parang di belakangnya membuat pesona Gunung Lembu semakin istimewa.

Nama Gunung Lembu sendiri merujuk pada bentuk gunung yang terlihat seperti sapi yang sedang duduk dari kejauahan.  Sementara batu lembu merupakan nama dari batu besar di kawasan puncak yang bentuknya menyerupai punuk lembu.

Batu besar ini terletak persis di bibir tebing jurang dan langsung menghadap ke tengah waduk sehingga menyajikan panorama indah yang begitu memanjakan mata.

Gunung Lembu bukan hanya terkenal dengan keindahannya saja, gunung ini juga sarat akan nuansa mistis.  Sebelum mencapai puncak gunung, para pendaki akan melewati dua makam yang dikeramatkan oleh warga sekitar.  Yaitu makan Mbah Jonggrang Kalipitung dan makam Raden Suryakencana.

Kesan angker memang begitu terasa di kawasan makam keramat ini karena selain terdapat pohon tua yang berusia ratusan tahun, batu nisan di makam ini dibungkus dengan kain putih yang terlihat sudah lapuk.

Terlepas dari kesan mistis dan angkernya, Gunung Lembu menawarkan sensasi pendakian yang seru dan cukup menantang bagi para pendaki pemula.

Untuk mencapai puncak Gunung Lembu, para pendaki harus melewati 3 pos pendakian dengan jalur trek yang cukup pendek.  Dari pintu masuk menuju ke pos pertama jalur yang dilewati didominasi oleh hutan bambu dengan kontur tanah yang berbatu.

Tanjakan terjal di beberapa titik jalur trek ini sudah dibuat tangga berundak sehingga memudahkan para pendaki untuk melaluinya.

Sementara perjalanan dari pos pertama menuju pos kedua didominasi oleh hutan dengan kerapatan sedang khas hutan di dataran rendah.  Di sepanjang jalur pendakian ini para pendaki bisa beristirahat sejenak di warung makan yang berada di beberapa titik.

Menuju ke pos tiga, jalur pendakian akan terasa semakin menantang karena medannya cukup terjal sehingga para pendaki harus tetap waspada dan ekstra hati-hati.  Karakter bebatuan dengan tingkat kemiringan yang curam menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi dengan penuh kehati-hatian.

Begitu tiba di puncak gunung pendaki akan disuguhi dengan keindahan alam yang begitu memanjakan mata, membuat semua rasa lelah sirna seketika.

Bagi sobat Nyero yang sedang merencanakan liburan seru dengan sedikit sentuhan petualangan, Gunung Lembu bisa dipilih sebagai tujuan wisata yang menarik.

Sebagai persiapannya berikut ini adalah informasi mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Gunung Lembu cukup terkangkau, yaitu sebesar Rp 15.000 per orang bagi pendaki yang ingin bermalam atau mendirikan tenda di kawasan ini.  Sementara bagi pendaki yang tidak bermalam dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang.  Untuk jasa porter akan dikenakan biaya tambahan.

Jam Buka

Gunung Lembu buka setiap hari selama 24 jam sehingga memberikan banyak kesempatan bagi pengunjung untuk mendaki sesuai keinginan.  Meski begitu, banyak pendaki yang memilih mendaki pada pagi hari karena dianggap lebih aman.

Sementara bagi pendaki yang ingin menikmati momen sunrise di Gunung Lembu bisa melakukan pendakian pada malam hari atau menjelang subuh.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di kawasan Gunung Lembu sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung yang datang.  Beberapa fasilitas di pos keberangkatan antara lain adalah area parkir, toilet, warung makan dan mushola.

Daya tarik

Gunung Lembu menyajikan keindahan alam yang begitu memanjakan mata.  Lokasinya yang berada di Desa Penyindang, Kecamatan Sukatani, Purwakarta rupanya berdekatan dengan Waduk Jatiluhur yang merupakan waduk terbesar di Indonesia.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang karena bisa menikmati panorama waduk seluas 8.300 hektar dari atas ketinggian.

Selain waduk Jatiluhur, dari atas ketinggian puncak Gunung Lembu para pendaki juga bisa menyaksikan landscape Kota Purwakarta dan Gunung Parang yang berdiri kokoh.  Panorama alam di atas puncak gunung terasa semakin istimewa ketika gumpalan awan putih menyebar bak negeri di atas awan.

Untuk mendapatkan view terbaik, pendaki bisa menuju ke puncak gunung dan kemudian mengarahkan langkahnya ke Batu Lembu yang letaknya 100 meter di bawah puncak Gunung Lembu.  Sementara pada bagian puncak gunung merupakan tanah lapang dan sering dimanfaatkan untuk mendirikan tenda.

Gunung Lembu memiliki jalur trek yang tidak terlalu panjang sehingga sangat menarik bagi para pendaki pemula untuk menaklukannya.  Meskipun jalur menuju ke gunung puncak cukup menantang namun para pendaki hanya butuh waktu sekitar 3-4 jam saja.

Sebagian besar jalur yang harus dilalui sudah dilengkapi dengan tangga dan disemen sehingga memudahkan para pendaki untuk mencapai puncak gunung.  Selain itu fasilitas yang tersedia pun cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pendaki yang datang.

Gunung Lembu juga dikenal sebagai salah satu gunung dengan nuansa mistis yang cukup kental.  Di jalur menuju puncak gunung terdapat dua makam yang dikeramatkan oleh warga sekitar.  Kedua makam ini pun masih sering diziarahi pada waktu-waktu tertentu.

Lokasi Gunung Lembu yang berada di wilayah Kecamatan Sukatani rupanya juga berdekatan dengan objek wisata lainnya yang tidak kalah menarik.  Salah satunya adalah Tebing Boyer yang berada di tepi Waduk Jatiluhur, tepatnya di Desa Tajur Sidang, Sukatani.

Sebelum dikenal sebagi objek wisata, dahulu Tebing Boyer digunakan sebagai tempat untuk penggilingan batu andesit yang kemudian digunakan untuk pembangunan Waduk Jatiluhur di tahun 1957.

Jika dilihat sekilas, Tebing Boyer seperti bangunan benteng dengan susunan bebatuan sebagai dindingnya.   Meskipun perjalanan menuju ke puncak tebing cukup menantang, namun semuanya tidak akan sia-sia.  Dari lokasi wisata ini pengunjung juga bisa menyaksikan keindahan Waduk Jatiluhur.

Objek wisata lainnya yang juga berdekatan dengan Gunung Lembu adalah Hidden Valley Hills yang berada di Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Dari lokasi wisata ini pengunjung bisa menikmati keindahan Gunung Bongkok, Gunung Parang dan Gunung Lembu dengan jelas.  Dengan ketinggian sekitar 333 mdpl, Hidden Valley Hills menyajikan pemandangan sunrise dan sunset yang begitu romantis.

Salah satu daya tarik dari tempat wisata ini adalah 7 pilarnya yang menjulang tinggi dan banyak dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai latar untuk berfoto selfie.

Fasilitas di Hidden Valley Hills juga sudah memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung yang datang.  Mulai dari resort, kolam renang, hingga venue untuk keperluan garden party, gathering dan event lainnya.

Selain itu, di Kecamatan Sukatani juga terdapat objek wisata Cikao Waterpark yang berada di Desa Sukalada.  Di taman rekreasi ini pengunjung bisa menikmati beberapa wahana seperti kolam arus, pesta busa hingga rumah ilusi.

Jika waktunya memungkinkan wisatawan bisa sekalian mengunjungi beberapa objek wisata yang terdekat untuk melengkapi agenda liburan di Gunung Lembu, Purwakarta.

Lokasi

Lokasi Gunung Lembu berada di Kampung Panunggal, Desa Panyindang, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.