Pesona Alam Gunung Merbabu, Gunung Terindah di Jawa Tengah

Gunung Merbabu
Photo by @10winarso

Nyero.ID – Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang terletak di tiga kabupaten.

Di lereng sisi sebelah barat berada di wilayah Kabupaten Magelang, sementara di lereng sebelah timur berada di wilayah Kabupaten Boyolali dan lereng sebelah utara berada di wilayah Kabupaten Semarang.

Gunung dengan ketinggian mencapai 3.145 Mdpl ini menyimpan pesona wisata alam yang menakjubkan sehingga menjadi salah satu tujuan favorit untuk aktifitas pendakian.

Sejarah Gunung Merbabu

Dalam naskah-naskah kuno pada masa pra-Islam, gunung berapi yang terakhir meletus di tahun 1797 ini dikenal dengan nama Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan.

Dari segi etimologi yang diketahui dari catatan-catatan pada zaman Belanda, kata “merbabu” berasal dari penggabungan dua kata, yaitu “meru” yang bermakna gunung dan “abu”.

Menurut catatan sejarah tersebut, konon di lereng Gunung Merbabu terdapat pertapaan terkenal yang pernah disinggahi oleh Bujangga Manik di sekitar abad ke-15.

Fakta Seputar Gunung Merbabu

Spot foto di Puncak Gunung Merbabu
Photo by @explorenesiahits

Di balik misteri yang beredar di sana, ada beberapa fakta menarik seputar Gunung Merbabu yang perlu diketahui, yaitu:

Ada 3 puncak utama yang bisa dijelajahi di Gunung Merbabu, yaitu Puncak Trianggulasi, Puncak Kentengsongo dan Puncak Syarif.

Ada 3 jalur pendakian utama yang bisa digunakan untuk mencapai puncak Gunung Merbabu, yaitu melalui Selo, Cunthel dan Wekas.

Melalui jalur Selo, para pendaki akan menyaksikan padang rumput yang dipenuhi oleh bunga Edelweis yang sangat indah.

Dari ketinggian puncak Gunung Merbabu akan terlihat panorama gunung-gunung di Jawa Tengah yang begitu menakjubkan.

Jaraknya yang cukup dekat dengan Gunung Merapi menjadikan Gunung Merbabu bisa dijelajahi melalui jalur yang sama ketika mendaki Gunung Merapi, yaitu melalui Selo.

Keindahan sunrise di Gunung Merbabu sangat indah dan menakjubkan.

Jembatan setan merupakan jalur pendakian di Gunung Merbabu yang sangat ekstrem dengan kondisi medan yang sangat terjal. Jalur ini akan dilewati sebelum mencapai Kentheng Songo.

Mitos Kawasan Gunung Merbabu

Keindahan Gunung Merbabu
Photo by @jessicapriati

Di balik pesona Gunung Merbabu yang begitu menakjubkan, terselip cerita misteri dan mitos yang banyak beredar di masyarakat seperti berikut ini:

Harimau Jadi-Jadian

Mitos yang beredar menyebutkan bahwa di sekitar Gunung Merbabu kadang terdengar suara auman harimau namun wujud harimau tersebut tak terlihat.

Banyak yang meyakini bahwa suara tersebut merupakan harimau jadi-jadian. Namun masyarakat setempat membantah bahwa mahluk gaib tersebut sudah tidak ada lagi.

Meski begitu di tahun 2008 silam ditemukan sosok wanita yang tewas dengan luka menyerupai terkaman harimau di kawasan hutan Gunung Merbabu.

Watu Gubug

Batu bertumpuk yang mirip dengan gua kecil di jalur pendakian Thekelan ini sering disebut dengan istilah Watu Gubug. Konon lokasi ini menjadi pintu gerbang kerajaan gaib di Gunung Merbabu.

Salah satu keunikan Watu Gubug adalah ukuran gua yang cukup sempit tersebut ternyata mampu menampung 5 orang di dalamnya.

Lokasi ini sering digunakan sebagai tempat berlindung ketika hujan turun atau terjadi badai.

Konon gua yang bisa dimasuki oleh beberapa orang tersebut menunjukkan bahwa penjaga kerajaan gaib mengijinkan manusia memasuki alam mereka.

Karena mereka juga bisa menolak kehadiran manusia yang tidak dikehendaki.

Pasar setan

Keberadaan pasar setan di kawasan pegunungan memang diyakini ada dan bahkan sering dirasakan secara langsung oleh para pendaki.

Konon di pasar setan Gunung Merbabu sering muncul gangguan makhuk halus yang ikut naik ke atas punggung atau tas pendaki hingga ke puncak gunung.

Akibatnya pendaki akan merasa semakin berat membawa tas bawaannya meskipun sebenarnya barang yang dibawa tidak seberapa.

Biasanya hal ini dialami oleh mereka yang suka mengeluh selama di perjalanan.   Jadi, stop mengeluh!

Penampakan Genderuwo

Di jalur pendakian juga sering terlihat penampakan makhluk halus yang tinggi besar atau lebih dikenal dengan nama Genderuwo.

Beberapa pendaki pernah melihat penampakannya ketika berada di Pos Bayangan 2 jalur Cunthel.

Agar perjalanan tetap nyaman, sebaiknya tidak bersikap sembrono selama di perjalanan, tetap berhati-hati dan jaga lisan dengan perkataan yang baik.

Kerajaan gaib di puncak

Masyarakat setempat meyakini jika di puncak Gunung Merbabu terdapat kerajaan gaib dengan prajurit berseragam merah dan hijau.

Sehingga sangat disarankan bagi para pendaki untuk tidak mengenakan pakaian dengan warna merah atau hijau untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tersesat, kecelakaan, atau bahkan kerasukan.

Baca: Pesona Pendakian Gunung Rinjani, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok!

 

Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Jalur Pendakian Gunung Merbabu
Photo by @amelmelinda

Jalur Pendakian Via Selo

Jalur pendakian melalui Selo terbilang cukup ramai karena banyak pendaki yang memilih jalur pendakian ini.

Namun begitu sebaiknya para pendaki membawa bekal air minum yang cukup dari basecamp karena minimnya sumber air di sepanjang jalur pendakian.

Pendakian dimulai dari gerbang selamat datang di Taman Nasional Gunung Merbabu kemudian memasuki kawasan hutan dengan kondisi jalanan yang masih cukup landai hingga sampai ke Pos 1 dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Dari Pos 1 menuju ke Pos 2 belum begitu curam namun ada satu tanjakan yang cukup terjal dan puncaknya ketika di Pos Bayangan.  Dari Pos 2 ke Pos 3 hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit hingga sampai ke Watu Tulis (Pos 3) dengan pemandangan yang indah di depan mata.

Menuju ke Pos 4 perjalanan akan semakin berat karena kondisi tanahnya yang terjal dan licin.  Sebaiknya pilih jalur sebelah kiri untuk mendapatkan pegangan ketika berjalan.

Di pos ini para pendaki bisa mendirikan tenda karena kondisi tanahnya yang datar dengan pemandangan yang sangat indah.

Menuju ke Pos 5 tanjakan tidak seterjal sebelumnya, namun hembusan angin cukup kencang terutama di malam hari.

Jika menginginkan view sunrise yang luarbiasa, para pendaki bisa bangun jam 3 pagi dan menyiapkan diri untuk mencapai puncak dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam.

Jalur ini memiliki keistimewaan karena sunrise bisa dinikmati di sepanjang perjalanan.

Jalur Pendakian Via Cunthel

Jalur di Desa Cunthel ini sudah memiliki tanda penunjuk arah sehingga memudahkan pendaki untuk menjelajahi hingga ke puncak.

Basecamp terletak di perkampungan dan para pendaki bisa mengisi persediaan air untuk bekal perjalanan.

Selanjutnya perjalanan dimulai dengan melewati perkebunan penduduk yang mulai menanjak hingga di perbukitan.

Setelah 30 menit perjalanan akan sampai di Pos 1, perjalanan selanjutnya menuju ke Pos Bayangan 2 yang terdapat bangunan untuk berteduh.

Perjalanan dilanjutkan menuju ke pos Pemancar dengan jalur terbuka yang didominasi alang-alang.

Di Pos ini terdapat batu-batu dengan ukuran besar sehingga bisa digunakan untuk berlindung ketika terjadi angin kencang.

Selanjutnya menuju ke jalur turunan Pos Helipad dengan pemandangan Gunung Kukusan di sebelah kanan dengan kawah berwarna putih dan di sebelahnya terdapat mata air.

Perjalanan selanjutnya cukup ekstrem dengan tanjakan yang sangat terjal dan kanan kiri jalan berupa jurang.

Tanjakan ini sering disebut dengan Jembatan Setan, salah satu treck tersulit yang harus dilewati.

Selanjutnya akan tiba di persimpangan, arah kiri ke Puncak Syarif sementara arah kanan menuju ke Puncak Kenteng Songo.

Jalur Pendakian Via Wekas

Jalur ini sangat populer karena jaraknya lebih dekat dan banyak sumber mata air, terutama di Pos 2 yang sering digunakan untuk berkemah.

Sepanjang perjalanan para pendaki akan menjumpai ladang perkebunan milik warga.

Di Pos 1 terdapat sebuah balai untuk beristirahat dan juga beberapa warung.

Selanjutnya perjalanan menuju ke Pos 2 membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur yang mulai menanjak dan terjal.

Dari Pos 2 terjapat jalur dengan dua buah aliran sungai  yang membentuk air terjun bertingkat sehigga menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa apalagi dengan background puncak-puncak Gunung Merbabu yang begitu menakjubkan.

Dari ketinggian puncak Gunung Merbabu para pendaki akan disuguhi dengan pemandangan alam yang begitu mempesona, seketika lelah dan penat pun menghilang.

Dari ketinggian akan terlihat gunung-gunung yang seolah mengelilingi Merbabu.  Jika di sisi sebelah selatan terlihat kokohnya Gunung Merapi, maka di sebalah barat terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro dengan keindahannya.

Di sisi sebelah utara terlihat Gunung Ungaran, Gunung Andong, dan Gunung Telomoyo, sementara pada sisi sebelah timur terlihat Gunung Lawu yang sedikit samar.

Baca: Gunung Rakutak, Saksi Bisu Sejarah Masa Silam Pasca Kemerdekaan

Jalur pendakian yang cukup ekstrem dengan pemandangan alam yang mempesona, ditambah sensasi sunrise dan sunset yang luarbiasa menjadikan gunung yang sedang “tidur panjang” ini akan selalu dirindukan untuk dijelajahi.

Tidak berlebihan, jika Gunung Merbabu disebut-sebut sebagai gunung berapi terindah di jawa Tengah.