Gunung Padang, Situs Megalithikum yang masih Menyimpan Misteri

Gunung Padang
Photo by @citynomads

Nyero.ID – Gunung Padang berada di perbatasan antara Dusun Gunung padang dan Panggulan, di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur.  Adapun luas kompleks utama pada sekitar area gunung mencapai kurang lebih 900 m2 dengan ketinggian 885 Mdpl, dimana keseluruhan area situs ini mencapai kurang lebih 3 hektar.

Tidak mengherankan jika kompleks punden berundak di area ini disebut-sebut sebagai punden berundak terbesar di Asia Tenggara.  Lokasi wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang menyukai situs bersejarah dan juga kebudayaan.

Lokasi Situs Gunung Padang

Lokasi situs Gunung Padang cukup sulit untuk dijangkau mengingat kondisi sekitarnya berupa perbukitan yang cukup curam.  Bentuk kompleks situs terlihat memanjang sehingga menutupi permukaan bukit dengan adanya jajaran batuan andesit berukuran besar yang membentuk persegi panjang.

Lembah yang sangat dalam mengelilingi area situs yang selama ini memang dikeramatkan oleh warga sekitar.  Karena diyakini sebagai lokasi yang digunakan oleh Prabu Siliwangi untuk membangun istana dalam waktu satu malam.

Jika dilihat dari lokasi situs yang berada di wilayah perbukitan dengan keberadaan batu megalith yang berjajar, diperkirakan lokasi situs merupakan tempat pemujaan bagi penduduk di sekitarnya di sekitar tahun 2000 SM.

Penemuan situs Gunung Padang sudah pernah dilaporkan pada tahun 1914 melalui Rapporten van de Oudheidkindige (ROD), sebuah buletin kepurbakalaan di zaman Belanda.  Di tahun 1949, seorang sejarawan asal Belanda juga pernah menyinggung keberadaan situs Gunung Padang, hingga akhirnya di tahun 1979 dilakukan beberapa penelitian lanjutan pada situs tersebut.

Rute Alternatif Menuju Gunung Padang

Situs megalithikum di Kabupaten Ciaunjur ini memang sudah sangat populer dan ramai diperbincangkan karena sarat akan teka-teki dan hipotesa terkait keberadaan “piramida” di dalam bukit Gunung.

Tidak mengherankan jika banyak masyarakat yang penasaran dengan keberadaan gunung ini hingga berniat untuk mengunjunginya sebagai salah satu agenda berwisata di hari libur.  Untuk mencapai lokasi wisata bersejarah ini, ada beberapa cara yang bisa dipilih.  Yaitu menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor, menggunakan angkutan umum atau dengan kereta api.

Dengan kendaraan pribadi

Jika dari arah Jakarta, maka jalur yang digunakan adalah jalur menuju Puncak Bogor atau bisa juga jalur alternatif Jonggol.  Kedua rute ini sama saja karena harus menuju ke Cianjur Kota, demikian juga jika wisatawan berangkat dari arah Bandung.  Adapun jarak dari Cianjur Kota menuju ke Gunung Padang sekitar 45 Km.

Dari Cianjur, wisatawan bisa mengambil arah ke Jalan Raya Cianjur-Sukabumi kemudian memilih dua rute menuju ke arah pegunungan, yaitu melalui jalur Pal Dua atau Tegal Sereh.  Untuk jalur Pal Dua, wisatawan bisa melaju ke arah Desa Warungkondang kemudian mengambil arah belok ke kanan, selanjutnya ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan berakhir di Dusun Gunung Padang.

Sementara untuk jalur Tegal Sereh, wisatawan bisa menuju ke arah Desa Sukaraja kemudian mengambil arah belok ke kiri menuju ke Cireunggas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan berakhir di Dusun Gunung Padang.

Kedua jalur tersebut merupakan jalan yang menanjak, hingga wisatawan akan menemukan gerbang menuju ke lokasi wisata bersejarah situs Gunung padang.  Jika di hari biasa kendaraan bisa langsung melaju dan masuk hingga di kaki bukit, maka di hari libur kendaraan harus parkir di pintu gerbang, dan wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi punden berundak.  Untuk menghemat tenaga, bisa juga menggunakan jasa ojek dengan harga yang cukup terjangkau.

Dengan angkutan umum

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Gunung Padang dengan angkutan umum atau bus, maka harus dipastikan rute bus melewati Jalan Raya Cianjur-Sukabumi.  Kemudian bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan kota atau angkot menuju ke Warungkondang dan turun di Cipanggulan.  Selanjutnya bisa meneruskan perjalanan menuju ke Gunung Padang.  Untuk menyewa angkot sebaiknya menegosiasikan harga terlebih dulu, sebagai catatan untuk tarif jasa ojek minimal Rp 50 ribu.

Dengan kereta api

Jika menggunakan kereta api dari Jakarta, maka wisatawan bisa berangkat dari Stasiun Bogor kemudian memilih rute Bogor-Sukabumi-Cianjur.  Perlu diingat bahwa jadwal keberangkatan rute ini hanya di jam-jam tertentu sehingga wisatawan harus memastikannya terlebih dahulu.

Perjalanan bisa diawali di Stasiun Bogor dengan menggunakan KA Pangrango-Sukabumi kemudian transit dan berganti dengan KA Siliwangi.  Untuk mencapai lokasi wisata Gunung Padang wisatawan bisa turun di Stasiun Lampegan sebelum Stasiun Cianjur.  Jarak dari stasiun Lampegan menuju ke Gunung Padang sekitar 7 Km, sehingga bisa ditempuh dengan menggunakan jasa ojek.

Tiba di kaki bukit Gunung Padang, pengunjung bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki setelah membeli tiket terlebih dahulu.  Dari lokasi loket tiket, para wisatawan bisa memilih diantara dua jalur yang tersedia.  Jalur sebelah kanan setelah pintu masuk bisa dipilih dengan susunan anak tangga yang cukup landai.

Dengan jalur ini para wisatawan bisa mencapai puncak bukit selama 20 menit perjalanan.  Sementara untuk jalur lainnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak bukit relatif lebih singkat yaitu hanya sekitar 10 menit saja.  Namun demikian, untuk jalur ini rute yang dilalui cukup terjal sehingga pengunjung harus lebih hati-hati.

Tiba di puncak bukit Gunung Padang, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan yang unik berupa hamparan benda-benda cagar budaya yang merupakan situs peninggalan sejarah di masa lampau.  Di puncak bukit akan terlihat pemandangan yang indah di sekitarnya, berupa lembah, perbukitan dan juga pegunungan yang masih asri.

Wisata ke Gunung Padang

Wisata ke Gunung Padang bisa dilakukan kapan saja, karena lokasi wisata berupa situs prasejarah ini buka selama 24 jam dengan harga tiket yang sangat terjangkau.  Ada beberapa hal yang bisa dinikmati selama berkunjung ke lokasi wisata ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menikmati keindahan alamnya yang sarat akan nuansa sejarah di masa lampau. Peninggalan bersejarah di Gunung Padang berbentuk memanjang dan terbagi menjadi beberapa teras.  Lokasi wisata sejarah yang unik ini sangat cocok untuk diabadikan dalam sebuah foto kenangan.
  • Menikmati suasana alam yang sejuk dengan udara pegunungan yang segar bisa menjadi penawar lelah setelah berkeliling di lokasi wisata. Jangan lupa bawa bekal makanan untuk dimakan bareng keluarga di tempat yang teduh sambil menikmati pemandangan di sekitar Gunung Padang.
  • Tidak adanya batasan waktu berkunjung memungkinkan para wisatawan untuk menikmati keindahan sunset di lokasi wisata ini dengan suasana pegunungan yang masih asri dan sejuk.
  • Di lokasi wisata Gunung Padang pengunjung juga bisa berkemah dan menikmati keindahan malam yang penuh bintang di Cianjur. Untuk wisata malam ini dianjurkan menggunakan jasa pemandu wisata dengan tarif yang terjangkau.
  • Di lokasi wisata ini juga terdapat sebuah sumur yang bernama Sumur Cikahuripan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal ini dikarenakan air sumur yang diberi nama Banyu Tunggak Susuk ini dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit baik fisik maupun batiniah.

Fakta Seputar Gunung Padang

  • Gunung Padang terdiri dari lima teras, dimana pada teras atau puncak yang tertinggi dipercaya oleh warga sekitar sebagai tempat untuk bersemedi, selain itu batu-batu di Gunung Padang ada yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian seperti alat musik.
  • Dari segi arsitekturnya, bangunan di Gunung Padang menunjukkan kemajuan budaya dan teknologi di masa lampau. Dimana pada lokasi ini ditemukan lima teras dan dua puluh tingkat terasering punden berundak dengan aliran sungai di bawahnya.

Ada banyak hal yang masih menimbulkah teka-teki terkait keberadaan situs Gunung Padang yang bernilai sejarah ini.  Selain mitos yang beredar selama ini, berbagai hipotesa dan perkiraan pun muncul seiring dengan banyaknya penelitian lanjutan yang telah dilakukan.

Berdasarkan uji laboratorium Batan (Indonesia) dan Lab. Beta Analytic Miami, diperkirakan situs Gunung Padang memiliki usia yang lebih tua dibandingkan dengan Piramida Giza di Mesir.

Selain itu diperkirakan juga pembangunan susunan batu pada Gunung Padang dilakukan pada masa dan kebudayaan yang berbeda.  Bahkan Gunung Padang juga diperkirakan memiliki area yang lebih luas hingga 10 kali luas Candi Borobudur dengan ketinggian tiga kali lipatnya.

Berbagai riset dan penelitian hingga saat ini masih terus dilakukan untuk mengungkap teka-teki keberadaan Gunung Padang yang belum sepenuhnya terungkap.  Semoga saja misteri Gunung Padang segera terpecahkan sehingga menjadi bisa menjadi objek wisata edukasi yang bermanfaat.