Gunung Parang Purwakarta, Pendakian dengan Jalur Ferrata dan Hotel Gantung Tertinggi di Dunia

Gunung Parang Purwakarta
Photo by @ranggaap_rap

Nyero.ID – Gunung Parang Purwakarta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Purwakarta yang menarik untuk dikunjungi saat liburan.  Terletak di ketinggian sekitar 930 mdpl, Gunung Parang yang berada di Desa Sukamulya ini dikelilingi oleh bukit batu berjenis andesit.  Gunung ini memiliki tiga puncak dengan ketinggian yang berbeda.

Kawasan wisata Gunung Parang menawarkan sensasi liburan yang seru dengan jalur pendakian yang cukup menantang.  Konsep fun climbing yang disediakan Gunung Parang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Dalam hal ini, Gunung Parang sudah dilengkapi dengan jalur ferrata yang bisa dijadikan jalur alternatif untuk trekking dan climbing.  Ferrata merupakan teknik memanjat tebing menggunakan tangga besi dengan peralatan keselamatan yang memadai.

Jalur ferrata di tebing Gunung Parang merupakan yang tertinggi di Indonesia dan tertinggi kedua di Asia Tenggara.  Jalur ini juga termasuk dalam daftar 10 besar jalur ferrata tertinggi di dunia.

Ketinggian tebing yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari 100 meter hingga 700 meter.  Bagi pemanjat tebing pemula disarankan untuk menggunakan jalur ferrata dengan ketinggian 100 meter.  Dengan tingkat kemiringan yang sangat ekstrem, kegiatan mendaki ke Gunung Parang bisa menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Selain jalur ferrata, Gunung Parang juga dilengkapi dengan jalur taraje atau tangga kayu.  Jalur ini memungkinkan para pendaki berpijak dengan nyaman meskipun medan pendakiannya tidak kalah curam dengan tingkat kemiringan yang cukup ekstrem.

Bagi yang ingin mencoba sensasi yang lebih menantang bisa melintasi Gunung Parang dengan teknik tyrolean traverse.  Teknik ini mengharuskan para pendaki untuk bergelantungan dari satu puncak ke puncak lainnya dengan sensasi yang sangat mendebarkan.

Selain jalur via ferratanya yang terkenal, nama Gunung Parang juga populer  dengan keberadaan skylodge Pajajaran Anyar.  Yaitu fasilitas hotel dengan konsep menggantung di tebing seperti yang ada di Peru, Amerika Selatan.

Selain menawarkan sensasi pendakian yang cukup menantang, panorama alam di Gunung Parang akan membuat setiap wisatawan yang datang terpukau dengan keindahannya.

Bagi yang sedang merencanakan liburan seru ke Gunung Parang, berikut ini adalah beberapa informasi mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke kawasan wisata Gunung Parang cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 5.000.  Bagi pendaki yang ingin menggunakan fasilitas di jalur pendakian akan dikenakan biaya tambahan yang cukup bervariasi tergantung fasilitas yang dipilih.

Untuk jalur via ferrata ketinggian 250 mdpl dikenakan biaya sebesar Rp 100.000, ketinggian 300 mdpl sebesar Rp 150.000, ketinggian 900 mdpl puncak tower dikenakan biaya sebesar Rp 350.000.  Untuk jalur taraje dikenakan biaya sebesar Rp 10.000.

Untuk camping ground dikenakan biaya sebesar Rp 15.000, saung/penginapan Rp 50.000 – Rp 150.000.  Sementara untuk paket menginap, via ferrata, sarapan dan makan siang dikenakan biaya sebesar Rp 250.000.

Bagi pengunjung yang ingin menginap di hotel gantung Skylodge Pajajaran Anyar, tarif menginap per malam berkisar antara Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000.

Jam Buka

Kawasan wisata Gunung Parang Purwakarta buka setiap hari selama 24 jam sehingga memberikan banyak kesempatan kepada wisatawan untuk datang sesuai keinginan.  Meski begitu untuk menikmati rekreasi dan pendakian sangat disarankan untuk mendaki pada pagi atau siang hari.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di objek wisata Gunung Parang Purwakarta sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Di lokasi basecamp tersedia area parkir, toilet, dan warung makan.

Fasilitas lainnya berupa jasa penyewaan yang menunjang aktivitas panjat tebing dan pendakian.  Selain itu juga tersedia fasilitas berupa jasa pemandu, saung, camping ground, penginapan dan hotel gantung.

Daya Tarik

Gunung Parang Purwakarta bisa menjadi pilihan yang menarik untuk tujuan wisata saat momen liburan tiba.  Destinasi wisata ini menawarkan sensasi liburan seru dengan petualangan yang cukup menantang.

Pendakian via Ferrata

Gunung Parang menyediakan jalur pendakian dan panjat tebing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, yaitu jalur via ferrata dan taraje atau tangga kayu.  Ferrata merupakan jalur pendakian yang dilengkapi degan pijakan besi baja yang ditanam di permukaan tebing.

Jalur ini memudahkan pendaki untuk memanjat tebing dan melakukan pendakian menuju ke puncak gunung.  Meskipun terbilang aman namun di beberapa titik merupakan jalur menanjak denga tingkat kemiringan yang sangat ekstrem sehingga harus tetap hati-hati dan waspada.

Jalur ketinggian via ferrata cukup beragam, mulai dari ketinggian 100 meter, 30 meter, 500 meter, hingga 700 meter.  Masing-masing ketinggian memiliki tantangan tersendiri sehingga bisa memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Pendakian via Taraje

Taraje atau tangga dalam Bahasa Sunda bisa menjadi alternatif selanjutnya untuk mencapai puncak Gunung Parang dari sisi sebelah selatan.  Tangga yang terbuat dari kayu dan akar pohon ini memungkinkan pendaki untuk melakukan pendakian dengan lebih mudah.

Pada jalur ini pendaki akan diajak untuk menyusuri hutan dan kawasan bebatuan yang selanjutnya merupakan jalur pendakian dengan medan terjal dan curam.  Dengan kemiringan tebing yang cukup ekstrem diharapkan pandaki bisa lebih berhati-hati dan waspada ketika menyusuri taraje.

Keindahan Puncak Gunung Parang

Setelah melalui jalur pendakian yang cukup menantang, wisatawan akan sampai ke puncak Gunung Parang Purwakarta dengan berbagai macam keindahan yang tersaji di dalamnya.  Dari puncak gunung akan terlihat landscape Kota Purwakarta dengan hamparan sawah hijau dan pemukiman warga di sekitarnya.

View Sungai Citarum dan Waduk Jatiluhur juga terlihat mempesona dari atas ketinggian.  Tidak ketinggalan juga pemandangan Gunung Bongkok dan Gunung Lembu yang terlihat menawan.

Keindahan puncak Gunung Parang juga bisa dieksplore ketika momen sunrise tiba.  Wisatawan bisa mendaki gunung pada dini hari dan menikmati momen sunrise di Gunung Parang dengan keindahan yang begitu syahdu.

Aktivitas Tyrolean Traverse

Bukan hanya merasakan sensasi panjat tebing dan mendaki gunung saja, di puncak Gunung Parang Purwakarta pengunjung juga bisa mencoba aktivitas tyrolean traverse yang sangat menantang.  Pada aktivitas ini pengunjung bisa melintasi dua puncak tower dengan menggunakan seutas tali.

Menginap di Hotel Gantung Pajajaran Anyar

Selain memanjat tebing, mendaki dan menikmati suasana di puncak gunung pengunjung juga bisa mencoba sensasi menginap di hotel gantung Skylodge Pajajaran Anyar.  Hotel ini berada di ketinggian tebing yang berbeda-beda dengan fasilitas yang tidak kalah dari hotel pada umumnya.

Hotel gantung di Gunung Parang ini disebut-sebut sebagi hotel gantung pertama di Indonesia dan bahkan di Asia.  Skylodge atau hotel gantung lainnya berada di Peru dengan ketinggian 122 mdpl.  Hotel Pajajaran Anyar di Gunung Parang ini berada di ketinggian sekitar 400-500 mdpl dan menjadi hotel gantung tertinggi di dunia.

Untuk menuju ke lokasi hotel pengunjung bisa memanjat tebing melalui jalur via ferrata dengan dipandu oleh tim dari hotel.  Kemudian pada titik 500 mdpl pengunjung akan berpindah ke kamar hotel dengan teknik tyrolean traverse yang cukup menantang.

Lokasi

Lokasi Gunung Parang Purwakarta berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Jaraknya sekitar 28 km dari Kota Purwakarta dan sekitar 79 km dari wilayah Bandung.  Lokasi wisata ini bisa diakses dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.