Jalur Pendakian Gunung Tampomas dengan Panorama Alam Menakjubkan

Gunung Tampomas
Photo by @pilotlieur

Nyero.ID – Terletak di sebelah utara kota Sumedang, Gunung Tampomas memiliki ketinggian mencapai 1684 Mdpl, dengan sumber air panas di beberapa wilayah di kaki gunungnya. Gunung berapi ini di Jawa Barat ini termasuk dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas dengan luas area taman mencapai sekitar 1.250 hektare.

Oleh warga setempat, puncak Gunung Tampomas dikenal dengan sebutan Sangiang Taraje dengan panorama alamnya yang menakjubkan. Karena selain bisa menyaksikan keindahan kota Sumedang dari ketinggian, di puncak gunung juga terdapat lubang-lubang kawah dengan dominasi babatuan besar nan eksotis.

Dari puncak gunung pendaki juga bisa menyaksikan keindahan beberapa gunung di sekitarnya, seperti Gunung Cikuray, Gunung Ciremai dan gunung lainnya di Jawa Barat. Berjarak sekitar 200 meter dari puncak Sangiang Taraje, terdapat sebuah makam atau pesarean yang dikeramatkan.  Konon tempat tersebut merupakan petilasan Prabu Siliwangi dan Dalam Samaji yang hidup pada masa Kerajaan Pajajaran Lama.

Jalur Pendakian Puncak Tampomas

Untuk mencapai puncak Gunung Tampomas, para penjelajah bisa menggunakan beberapa jalur pendakian berikut ini:

Via Narimbang

Untuk jalur pendakian Narimbang, pendaki bisa memulai perjalanan dari Jalan Raya Conggeang, Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, yaitu melalui area wisata Curug Ciputrawangi. Perjalanan menuju ke puncak Tampomas akan didominasi dengan pemandangan hutan pinus dan semak belukar. Meskipun jalur pendakian melalui Narimbang cenderung landai, namun waktu perjalanan yang diperlukan relatif lebih panjang.

Ada 6 pos pendakian yang akan dilewati ketika melalui jalur pendakian Narimbang. Dari pos 1-pos 2 pendaki akan melewati perkebunan warga dengan jalur yang agak menanjak. Selama di perjalanan, pengunjung masih bisa menemukan rumah warga dan beberapa warung, yaitu di pos 2 sehingga bisa beristirahat sejenak untuk mengisi perut dan perbekalan.

Jalur Narimbang ini nantinya akan bertemu dengan Jalur Cibeureum di sekitar 1-2 jam sebelum mencapai puncak, tepatnya di sebuah pertigaan. Di dua pos terakhir, banyak pendaki yang mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum mencapai puncak Tampomas.

Selanjutnya jalur pendakian akan lebih didominasi oleh medan yang terjal dan curam dengan tingkat kemiringan lahan yang cukup bervariasi sehingga para pendaki harus tetap waspada dan ekstra hati-hati.

Via Cibeureum

Jalur pendakian Cibeureum merupakan jalur pendakian yang banyak dipilih oleh para pendaki dan bisa dimulai dari Jalan Sedar. Dengan medan yang cukup jelas dan tidak banyak percabangan, pendaki bisa lebih mudah mencapai puncak Tampomas melalui jalur ini.  Jalur pendakian akan diawali dengan melewati daerah penambangna pasir.  Jika ingin lebih menghemat tenaga, para pendaki bisa ikut menumpang truk yang akan menuju ke daerah penambangan pasir.

Selanjutnya perjalanan akan melewati jalanan yang cukup lebar dengan pemandangan padang ilalang dikanan kiri jalan. Kemudian pendaki akan mulai menjumpai semak belukar sebelum memasuki hutan yang akan ada di sepanjang perjalanan menuju ke puncak Tampomas.

Setidaknya butuh waktu sekitar 4-6 jam perjalanan untuk mencapai puncak gunung. Di beberapa titik pendakian para pendaki bisa berhenti untuk beristirahat atau bahkan berkemah sebelum melanjutkan pendakian.

Potensi Wisata Gunung Tampomas

Mendaki puncak gunung Tampomas tak lengkap rasanya bila tidak berkunjung ke beberapa destinasi yang ada di area sekitarnya. Berikut rekomendasi obyek wisata yang bisa kamu sambangi di sana:

Curug Ciputrawangi

Salah satu potensi wisata yang sangat populer di kaki Gunung Tampomas adalah Curug Ciputrawangi yang terletak di Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Dengan ketinggian air terjun mencapai kurang lebih 7 meter, gemericik air yang mengalir membuat suasana alam semakin terasa segar dan menyejukkan.

Aliran air mengalir di kolam dengan ketinggian hanya sebatas lutut sehingga cukup aman bagi anak-anak. Rimbunnya pepohonan di sekitar air terjun terlihat begitu asri dan meneduhkan. Tidak heran jika banyak pendaki yang singgah sejenak di lokasi air terjun sebelum meneruskan pendakian ke puncak Gunung Tampomas. Selain bisa menikmati keindahan alamnya yang mempesona, wisatawan juga bisa berkemah di bumi perkemahan yang ada di sekitar air terjun Ciputrawangi.

Menurut warga setempat, beberapa jenis binatang sering turun gunung untuk minum di air terjun Ciputrawangi. Seperti macan kumbang, landak hutan, babi hutan dan juga monyet. Dari cerita warga, meskipun turun gunung para binatang tidak mengganggu. Mereka hanya sekedar minum dan kembali lagi ke habitatnya di hutan.

Pemandian Air Panas Conggeang

Berada di kaki Gunung Tampomas tepatnya di Kecamatan Conggeang, Pemandian Air Panas Conggeang meruapakan objek wisata yang dikeramatkan. Di lokasi wisata ini terdapat 11 pancuran air panas dan deretan kamar mandi yang cukup luas. Sumber air panas alami di lokasi wisata ini diyakini sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Pemandian Air Panas Cileungsing

Pemandian air panas ini terletak di kaki Gunung Tampomas, tepatnya di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Setidaknya ada sekitar 10 titik sumber air panas dengan aroma belerang yang cukup menyengat. Sumber air panas di lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit dan reumatik.

Pemandian Air Panas Sekarwangi

Terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, pemandian air panas alami ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang cukup memadai, seperti penginapan dan fasilitas lainnya. Menikmati keindahan alam sembari berendam di kolam pemandian air panas akan memberikan efek yang positif bagi kesehatan dan juga efektif untuk merefresh pikiran.

Mata Air Cikandung

Objek wisata Mata Air Cikandung terletak di Dusun Sukasari, Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat. Pemandangan alamnya yang indah ditambah kejernihan air yang begitu menyegarkan menjadikan objek wisata ini tidak pernah sepi pengunjung. Tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti area parkir, mushola, penginapan, toilet, dan fasilitas lainnya.

Baca: 20+ Tempat Wisata di Sumedang Paling Hits & Rekomended Dikunjungi

Tips Mendaki Gunung Tampomas

Sebelum melakukan pendakian ke puncak Gunung Tampomas, ada baiknya para pendaki mencoba beberapa tips seperti berikut ini:

Sebelum hari H, pastikan kondisi fisik sehat dan fit agar proses pendakian bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Selain persiapan fisik, persiapan finansial juga sangat penting agar perjalanan semakin lancar.

Persiapkan bekal air dengan cukup karena di sepanjang jalur pendakian, khususnya jalur Cibeureum tidak ada sumber air yang bisa digunakan untuk mengisi perbekalan. Meskipun di jalur pendakian Narimbang, pendaki masih bisa menemukan rumah penduduk dan mengisi perbekalan air, namun sebaiknya tetap mempersiapkan bekal air yang cukup dari bawah.

Perhatikan setiap percabangan jalan yang ditemui agar tidak mengalami kesulitan ketika turun gunung. Kenali tanda-tanda penunjuk jalan agar perjalanan turun gunung bisa berjalan lancar dan terhindar dari resiko tersesat.

Pertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan pendakian agar terhindar dari resiko yang tidak diinginkan. Mengingat ketika musim hujan, sambaran petir di puncak gunung Tampomas sangat beresiko karena area puncak yang sangat terbuka.

Tetap jaga sikap dan tingkah laku selama di perjalanan, jangan bertingkah sembrono apalagi buang sampah sembarangan. Selamat mendaki!

Baca: Jalur Pendakian Gunung Ciremai: Objek Wisata Alam dengan Margasatwa Beragam