Gunung Tangkuban Perahu Bandung, Destinasi Wisata Alam dengan Kisah Sangkuriang-nya yang Melegenda

Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Photo by @backpackermungil

Nyero.ID – Gunung Tangkuban Perahu Bandung merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Bandung yang cukup populer di kalangan wisatawan.  Tempat wisata ini bukan hanya menawarkan keindahan alam pegunungannya saja yang eksotis tetapi juga menyimpan kisah legenda yang sangat menarik.

Berbicara tentang Tangkuban Perahu tidak akan terlepas dari cerita legenda yang mengisahkan seorang pemuda bernama Sangkuriang yang jatuh cinta pada ibunya sendiri, Dayang Sumbi.  Pertemuan antara Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang telah terpisah sekian tahun rupanya membuat keduanya semakin dekat.

Namun sebelum pernikahan terjadi Dayang Sumbi melihat tanda lahir di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa Sangkuriang ternyata adalah anak kandungnya yang selama ini hilang.  Penjelasan Dayang Sumbi mengenai siapa sebenarnya Sangkuriang rupanya tidak membuat Sangkuriang percaya begitu saja, dia tetap memaksa untuk menikahi Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi akhirnya menuruti permintaan Sangkuriang namun dengan satu syarat yaitu dibuatkan sebuah perahu yang harus jadi dalam waktu satu malam saja.  Sangkuriang pun menyanggupi syarat tersebut dan segera membuat perahu sesuai permintaan Dayang Sumbi.

Untuk menyiasati keadaan agar Sangkuriang gagal membuat perahu, maka Dayang Sumbi membangunkan ayam dengan kainnya yang diberi penerangan cahaya sehingga ayam pun berkokok meskipun masih tengah malam.  Mendapati kenyataan tersebut, Sangkuriang merasa marah dan meluapkan kemarahannya dengan menendang perahunya yang belum jadi hingga terbalik dan menjadi sebuah gunung.

Kisah legenda yang menyelimuti keindahan Gunung Tangkuban Perahu ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  Namun di balik kisah legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi, keindahan Gunung Tangkuban Perahu Bandung memang sangatlah mempesona dengan panorama alamnya yang begitu eksotis.

Gunung Tangkuban Perahu sendiri diketahui terbentuk di Kaldera Sunda sekitar 90.000 tahun yang lalu.  Meskipun tergolong sebagai gunung berapi yang masih aktif namun Gunung Tangkuban Perahu tidak berbahaya sehingga pengunjung bisa menikmati keindahannya dari jarak dekat.

Gunung berapi ini berada di bawah pengawasan Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia.  Beberapa kawah di kawasan gunung terlihat menunjukkan sinyal aktif dengan tanda-tanda mengeluarkan gas belerang serta sumber air api di beberapa titik.  Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1829, 1846, 1896, 1900, 1910, 1929, 2004, dan 2019.  Masa istirahat letusan Gunung Tangkuban Perahu sendiri berkisar antara 30-70 tahun.

Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian sekitar 2.084 mdpl dengan 9 kawah dimana 3 diantaranya merupakan kawah yang paling populer dan banyak dikunjungi wisatawan karena keindahannya.  Tiga kawah tersebut adalah kawah ratu, kawah domas dan kawah upas.

Suhu udara di kawasan Gunung Tangkuban Perahu Bandung sangat sejuk sekitar 17 derajat celsius pada siang hari, sementara di malam hari mencapai 2 derajat celsius.  Dengan panorama alam yang menyejukkan mata dan udara sejuknya yang bikin adem, siapapun akan merasa betah untuk berlama-lama menikmati keindahan alam di tempat ini.

Untuk mendapatkan pengalaman liburan yang asik dan tak terlupakan berikut adalah beberapa informasi terkait harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi Gunung Tangkuban Perahu yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati keindahan alam di Gunung Tangkuban Perahu Bandung, pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000 (hari biasa) dan Rp 30.000 (hari libur) untuk wisawatan domestik.  Sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 200.000 (hari biasa) dan Rp 300.000 (hari libur).

Untuk biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 12.000 (hari biasa) dan Rp 17.000 (hari libur), mobil Rp 25.000 (hari biasa) dan Rp 35.000 (hari libur), bus Rp 110.000 (hari biasa) dan Rp 150.000 (hari libur), sementara untuk sepeda Rp 7.000 dan Rp 10.000 (hari libur).

Untuk keperluan foto prewedding dikenakan biaya sebesar Rp 500.000, sementara untuk shooting video individu/company sebesar Rp 800.000.  Sedangkan untuk keperluan shooting acara komersial dikenakan biaya Rp 2.000.000.

Jam Buka

Gunung Tangkuban Perahu Bandung buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB, jadi pastikan untuk datang sesuai jam operasional tersebut agar bisa menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu secara maksimal.

Fasilitas

Sebagai salah satu destinasi wisata yang diunggulkan, Gunung Tangkuban Perahu sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang cukup memadai sehingga momen liburan di tempat ini akan semakin nyaman.  Mulai dari mushola, tempat makan atau pusat kuliner, area parkir yang luas, toilet, pusat wisata belanja dan fasilitas pendukung lainnya.

Daya Tarik

Tangkuban Perahu Bandung menawarkan sensasi liburan yang seru dan asik dengan panorama alamnya yang eksotis dan menyejukkan mata.  Kisah legenda dan mitos seputar Gunung Tangkuban Perahu juga menjadi daya tarik tersendri bagi wisatawan yang membuat kawasan wisata ini tidak pernah sepi pengunjung.

Dengan keindahan alamnya yang begitu eksotis dan instagrammable, Gunung Tangkuban Perahu sangat rekomeded untuk keperluan foto-foto, baik foto pribadi, prewedding maupun company.  Ada banyak spot yang bisa dipilih sebagai latar untuk berfoto, salah satunya adalah kawah ratu.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di kawasan Gunung Tangkuban Perahu dengan luas mencapai kurang lebih 8.000 hektare dan menjadi kawah yang paling terkenal diantara 9 kawah yang ada.  Rute menuju ke lokasi kawah pun cukup mudah untuk diakses, baik dengan sepeda motor maupun mobil.

Sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Bandung, Gunung Tangkuban Perahu sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang cukup memadai.  Selain itu, TWA Gunung Tangkuban Perahu juga dilengkapi dengan area outbound dengan luas mencapai 2,5 hektare.  Setidaknya ada sekitar 33 wahana permainan yang bisa dicoba dengan berbagai tantangna di dalamnya, seperti flying fox, panjat tali, dll.

Selain menawarkan keindahan alam dan area outbound yang seru untuk liburan keluarga, sekolah mapun perusahaan, Gunung Tangkuban Perahu juga dilengkapi dengan spot foto kece nan instagrammable.  Seperti wahana taman keinci, minion, dll yang akan membuat momen liburan semakin berkesan dan tak terlupakan.

Selain menikmati keindahan alam di Kawasan Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, wisatawan juga bisa berburu kuliner khas seperti ketan bakar, tahu susu, oncom raos dan juga bandrek, sejenis minuman tradisional untuk menghangatkan badan.

Lokasi

Gunung Tangkuban Perahu berlokasi di perbatasan Kabupaten Subang dan Bandung Barat, tepatnya di Jalan Raya Tangkuban Perahu, Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.  Lokasinya berada di sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung.  Akses jalan menuju ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu cukup mudah untuk dicapai, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Gunung Tangkuban Perahu di Era New Normal

Setelah lebih dari dua bulan tutup akibat adanya pendemi Covid-19, Gunung Tangkuban Perahu Bandung kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid19.

Bagi pengunjung yang hendak memasuki pintu masuk TWA Gunung Tangkuban Perahu diwajibkan menggunakan masker dan petugas akan melakukan cek suhu tubuh.  Bagi pengunjung yang diketahui suhu tubuhnya lebih dari 37,5 maka dianjurkan untuk putar balik demikian juga pengunjung yang tidak menggunakan masker.  Selain itu pengunjung juga diwajibkan cuci tangan sebelum masuk ke lokasi wisata, dan di beberapa titik telah disediakan fasilitas cuci tangan demi kenyamanan bersama.