11 Deretan Gunung Tertinggi di Indonesia yang Menantang untuk Ditaklukan

Gunung Tertinggi di Indonesia

Nyero.ID – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak pegunungan di wilayahnya.  Banyaknya gunung di Indonesia tersebar di beberapa wilayah seperti di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Selain menyajikan panorama keindahan alam yang menakjubkan, keberadaan gunung berapi di Indonesia juga berpengaruh besar terhadap tingkat kesuburan tanahnya.

Dari sekian banyak gunung yang ada, beberapa diantaranya memiliki ketinggian di atas rata-rata sehingga memberikan tantangan tersendiri bagi para pendaki gunung untuk bisa menaklukannya.

Dan berikut ini adalah 11 deretan gunung tertinggi di Indonesia yang paling rekomended untuk memacu adrenalin.

1. Puncak Jaya (4.884 Mdpl)

Puncak Jaya Gunung Tertinggi Pertama di Indonesia
Photo by @pendaki_metropolis

Puncak Jaya menduduki urutan pertama diantara deretan gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 4.884 Mdpl.

Gunung di Papua yang populer dengan salju abadinya ini sering disebut dengan istilah Cartenz Pyramid dan masuk dalam daftar seven summit dunia.

Puncak Jaya ditaklukkan pertama kali di tahun 1936 oleh sekelompok pendaki yaitu Jean Jacques Dozy, Frits Julius Wissel, dan Anton Colijn.

Sejak kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda di tahun 1945, Presiden pertama RI Ir.  Soekarno memberikan nama Jaya Wijaya pada gunung tersebut.  Sedangkan masyarakat sekitar menyebutnya dengan istilah Ndugundugu, Ngga Pulu serta Nemangkawi.

Untuk melakukan pendakian ke Puncak Jaya ada beberapa proses perizinan yang cukup rumit mengingat beratnya medan pendakian yang cukup beresiko.

Sebagai langkah antisipasi sangat disarankan untuk menggunakan jasa agen perjalanan yang sudah terpercaya dan berpengalaman dengan reputasi internasional.

Setidaknya adak dua jalur pendakian yang bisa dipilih untuk menaklukan Puncak Jaya, yaitu jalur klasik melalui Desa Ilaga atau jalur basecamp Bukit Danau (Danau Valley) dengan menggunakan jasa helikopter sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman.

Medan pendakian yang cukup berat akan segera terbayarkan dengan pemandangan alam di Puncak Jaya yang menakjubkan, terutama dengan adanya salju abadi yang sudah sangat populer di kalangan pendaki gunung.

Persiapan fisik sangat penting dilakukan sebelum melakukan pendakian untuk menghindari resiko terjadinya hypotermia akibat perubahan suhu yang cukup drastis.  Selain fisik, persiapan finansial juga sangat penting mengingat biaya yang dibutuhkan selama perjalanan cukup menguras kantong.

2. Puncak Mandala (4.760 Mdpl)

Puncak Mandala Gunung Tertinggi Kedua di Indonesia
Photo by bromotravelindo.com

Di urutan kedua deretan gunung tertinggi di Indonesia ada Puncak Mandala dengan ketinggian mencapai 4.760 Mdpl.

Gunung yang berada di dekat wilayah perbatasan Papua Nugini ini lebih dikenal dengan nama Juliana Top (Puncak Juliana) di jaman penjajahan Belanda.

Puncak Mandala juga dikenal dengan saljunya, namun di tahun 2003 keberadaan salju di Puncak Mandala semakin berkurang dan lenyap akibat adanya pemanasan global.

3. Trikora (4.750 Mdpl)

Puncak Trikora Gunung Tertinggi Ketiga di Indonesia
Photo by @harridaryanto

Dengan ketinggian mencapai 4.750 Mdpl, Puncak Trikora menduduki peringkat ketiga deretan gunung tertinggi di Indonesia.  Masih berada di wilayah Papua, Puncak Trikora juga dikenal dengan nama Wilhemina atau Ettiakup.

Puncak Trikora menyajikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan dengan dataran memanjang yang diselimuti salju.

Gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini ditaklukan pertama kali oleh tim ekspedisi dari Belanda yaitu Versteeg, Hubrecht, dan Franssen Herderschee di tahun 1913.

4. Gunung Ngga Pilimsit (4.717 Mdpl)

Gunung Ngga Pilimsit Tertinggi Keempat di Indonesia
Photo by Nissanphotocontest.com

Pada zaman kolonial Belanda, Gunung Ngga Pilimsit dikenal dengan nama Mount Idenburg.  Gunung ini terletak di barisan Pegunungan Maoke, Papua Barat.

Gunung dengan ketinggian 4.717 Mdpl ini pertama kali ditaklukkan oleh Philip Temple dan Heinrich Harrer di tahun 1962.

Puncak Ngga Pilimsit menyajikan panorama alam yang mempesona dengan adanya Danau Idenberg yang dikelilingi oleh bebatuan putih  limestone.

5. Gunung Yamin (4.595 Mdpl)

Gunung Yamin Tertinggi Kelima di Indonesia
Photo by Epictio.com

Gunung dengan ketinggian mencapai 4.595 Mdpl ini terletak di Papua dengan luas sekitar 3.947 km2.  Dengan keindahan panorama alamnya yang mempesona, dijamin siapapun yang menaklukan gunung ini tidak akan menyesal.

Dengan struktur bebatuan gamping, klastik dan karang glaciated, para pendaki akan diajak untuk melewati medan pendakian yang cukup menantang untuk mencapai puncak Yamin.

6. Gunung Kerinci (3.805 Mdpl)

Gunung Kerinci Tertinggi Keenam di Indonesia
Photo by @Id_Pendaki

Gunung Kerinci terletak di Jambi, Sumatera dengan ketinggian mencapai 3.805 Mdpl.  Gunung tertinggi di Sumatera ini pertama kali ditaklukan oleh Von Hasselt dan Veth di tahun 1887.

Gunung yang juga dikenal dengan Peak of Indrapura ini berada di Bukit Barisan dengan kawasan hutan disekelilingnya.

Perlu diketahui bahwa gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Kerinci yang juga merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Di kawasan ini terdapat lebih dari 4.000 spesies tumbuhan, termasuk diantaranya adalah Raflesia Arnoldi dan Titan Arum.  Selain itu juga menjadi habitat dari harimau Sumatera, badak dan hewan lainnya yang semakin menurun populasinya.

Gunung berapi ini menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan dengan adanya kawah bernuansa hijau seluas 400×120 meter di puncaknya.

Selain kawah, pendaki juga akan disuguhi dengan keindahan Danau Bento yang jernih di sebelah timurnya.

Gunung berapi Kerinci juga dikenal dengan nama lain seperti Korinci, Kerinchi, Gadang dan juga Puncak Indrapura.

Gunung berapi yang populer dengan legenda cindaku (manusia harimau) ini memiliki tipe stratovolcano dan terakhir meletus di tahun 2009.

Gunung yang pertama kali ditaklukan oleh Von Hesslet dan Veth di tahun 1877 ini bisa didaki dengan jalur yang paling mudah,yaitu melalui Desa Kersik Tuo.

Hamparan kebun teh menjadi awal yang menyejukkan untuk menapakkan kaki menuju ke Puncak Kerinci.

Dengan jalur pendakian yang cukup menantang, sangat penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara detail.

Mulai dari persiapan fisik, bekal, hingga mental dan sikap waspada untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

7. Gunung Rinjani (3.726 Mdpl)

Gunung Rinjani Tertinggi Ketujuh di Indonesia
Photo by @siduogendut

Selain pantainya yang mempesona, wilayah Nusa Tenggara Barat juga terkenal dengan keindahan gunungnya yang menakjubkan.

Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang secara administratif terletak di tiga kabupaten, yaitu Lombok Barat, Timur dan juga Tengah.

Pesona alamnya yang menakjubkan ditambah dengan medan pendakian yang cukup menantang menjadikan Gunung Rinjani sebagai salah satu gunung favorit bagi para pendaki yang ingin menaklukannya.

Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 Mdpl ini ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih, yaitu Senaru, Sembalun, Timba Nuh, dan Torean.

Dalam perjalanan, para pendaki akan melewati Danau  Segara Anak.  Dimana di lokasi ini para pendaki bisa berkemah, memancing ikan bahkan berendam di air belerang yang hangat dan menenangkan.

8. Gunung Semeru (3.676 Mdpl)

Gunung Semeru Tertinggi di Pulau Jawa
Photo by @dadar.goeling

Dengan ketinggian mencapai 3.676 Mdpl, Gunung Semeru dinobatkan sebagai gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa.  Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupetan Lumajang, Jawa Timur ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung yang menjadi favorit bagi para pendaki ini menyajikan keindahan kawah Jonggring Saloko yang begitu menakjubkan, terlebih dengan adanya hutan cemara, pinus, padang oro-oro ombo, ranu kumbolo dan bukit edelweis serta keindahan alam lainnya yang tak kalah mempesona.

Untuk mencapai puncak gunung, para pendaki bisa melewati jalur pendakian Tumpang, Kabupaten Malang.

9. Gunung Sanggar (3.564 Mdpl)

Gunung Sanggar Sembalun Lombok Timur
Photo by @iyan_1506

Terletak di Sembalun Lawang, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Gunung Sanggar memiliki ketinggian mencapai 3.564 Mdpl.

Gunung ini sebenarnya masih berada dalam satu gugusan dengan Gunung Rinjani, namun masih kalah populer dengan Gunung Rinjani.  Meski begitu, keindahan alamnya tetap layak untuk dinikmati.

10. Gunung Latimojong (3.478 Mdpl)

Gunung Latimojong Tertinggi di Sulawesi
Photo By @dutia.swan

Gunung dengan ketinggian 3.478 Mdpl ini merupakan gunung tertinggi di Sulawesi.  Gunung dengan puncak Rante Mario ini berada di wilayah Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dengan akses yang cukup sulit, para pendaki membutuhkan waktu perjalanan yang relatif lama karena lokasi gunung sangat jauh dari kota Makassar.  Setidaknya butuh waktu hingga 10 jam perjalanan menuju ke lokasi pendakian Gunung Latimojong.

Adapun jalur pendakian yang bisa digunakan untuk menaklukan puncak Latimojong bisa melalui Desa Karangan.

Salah satu pesona alam yang akan ditemui oleh pendaki dalam perjalanan menuju ke puncak gunung adalah keberadaan hutan lumut yang sangat menakjubkan, selain itu juga terdapat aliran mata air yang begitu jernih dan menyegarkan.

Medan pendakian yang memiliki banyak cabang mengharuskan pada pendaki untuk lebih berhati-hati dalam memilih jalur agar tidak tersesat.

Di puncak gunung pendaki akan menemukan tugu puncak Rante Mario yang merupakan puncak tertinggi Gunung Latimojong.

11. Gunung Slamet (3.428 Mdpl)

Gunung Slamet, Gunung Berapi Tertinggi di Pulau Jawa
Photo by @oeding.ding

Dengan ketinggian mencapai 3.428 Mdpl, Gunung Slamet menjadi salah satu gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa.  Gunung Slamet berada di lima wilayah kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Brebes, Purbalingga, Pemalang dan Tegal.

Untuk mencapai puncak Gunung Slamet, para pendaki bisa memilih empat jalur pendakian, yaitu melalui Desa Kutabawa di Purbalingga, melalui Baturaden di Pemalang, jalur Dhipajaya dan melalui lokasi wisata air panas Guci di Kabupaten Tegal.

Baca Juga:

Selain medan pendakian yang cukup menantang, rintangan lain yang harus dihadapi adalah tidak adanya sumber air dan kemunculan kabut yang cukup tebal.