Gunung Toba, Menyaksikan Jejak Kedahsyatan Letusan Gunung Api Purba di Danau Toba!

Gunung Toba
Photo by @turut.sanjaya

Nyero.ID – Gunung Toba merupakan gunung api purba yang menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Utara.  Sisa-sisa kedahsyatan letusan Gunung Toba masih bisa disaksikan hingga saat ini.  Danau Toba sendiri merupakan kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung purba tersebut.

Gunung Toba dikenal sebagai gunung supervulkan atau gunung berapi raksasa yang mampu menghasilkan letusan dahsyat dan mengeluarkan partikel-partikel dari dalam gunung hingga lebih dari 1.000 kilometer kubik.

Menurut sejumlah penelitian, Gunung Toba pernah meletus sebanyak tiga kali.  Letusan pertama terjadi pada 800.000 tahun yang lalu.  Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba yang meliputi wilayah Prapat dan Porsea.

Letusan kedua dengan intensitas lebih rendah terjadi pada 500.000 tahun yang lalu dan membentuk kaldera di utara Danau Toba yang meliputi wilayah Silalahi dan Haranggaol.

Letusan ketiga terjadi pada 74.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan terdahsyat yang menghasilkan kaldera yang saat ini dikenal dengan Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya.

Bukti ilmiah mengenai kedahsyatan letusan Gunung Toba telah dikemukakan oleh para ahli geologi dan kelautan dan berbagai jurnal penelitian mereka.

Pada tahun 1939 seorang geolog asal Belanda yang bernama Van Bemmelen menyebutkan bahwa Danau Toba dikelilingi oleh batu apung yang merupakan sisa peninggalan letusan gunung berapi.  Hal inilah yang membuatnya menyimpulkan bahwa Danau Toba sebenarnya adalah gunung berapi.

Beberapa peneliti juga menemukan partikel debu riolit yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia dan bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.

Sementara beberapa ahli kelautan menemukan adanya jejak batuan Toba di Samudera Hindia dan Teluk Benggala.

Beberapa peneliti menduga kaldera terbentuk akibat sebuah letusan dahsyat dari Gunung Toba.  Sedangkan peneliti lainnya meyakini jika kaldera terbentuk akibat beberapa kali letusah dahsyat.

Sebuah jurnal penelitian dari Michael Rampino dan Stephen Self di tahun 1993 menyebutkan bahwa magma yang dimuntahkan dalam letusan Gunung Toba pada sekitar74.000 tahun yang lalu mencapai 2.800.000 kilometer kubik.

Akibat letusan dahsyat tersebut debu vulanik yang dimuntahkan Gunung Toba Purba menyebar ke setengah bumi hingga menyebabkan perubahan cuaca.  Setelah letusan tersebut secara perlahan-lahan muncullah Pulau Samosir.

Dengan kata lain Pulau Samosir adalah pulau vulkanik.  Uniknya lagi di tengah Pulau Samosir terdapat Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang yang membuat tempat wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Keindahan alam di kawasan Danau Toba memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  Di lokasi wisata ini pengunjung bisa menyaksikan jejak kedahsyatan Gunung Toba purba yang pernah meletus ribuan tahun silam dalam suasana yang sangat berbeda.

Bagi sobat Nyero yang merencanakan liburan ke Gunung Toba atau Danau Toba, berikut ini adalah informasi lengkap mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Danau Toba sangat terjangkau yaitu sebesar Rp 5.000 saja.  Bagi wisatawan yang ingin menikmati wahana olahraga air akan dikenakan biaya tambahan.

Jam Buka

Gunung Toba atau yang saat ini dikenal dengan Danau Toba buka setiap hari selama 24 jam.  Sehingga memungkinkan wisatawan untuk menjelajahi keindahan alamnya dan mengunjung spot-spot wisata terdekat untuk melengkapi liburan di Gunung Toba.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata Danau Toba sudah cukup lengkap dan memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Beberapa fasilitas tersebut antara lain adalah area parkir, warung makan, camping ground, kios souvenir, wahana olahraga air, offroad, penginapan, dll.

Daya Tarik

Dengan panjang 100 km dan lebar 30 km serta kedalaman hingga 505 meter, Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan sekaligus danau vulkanik terbesar di dunia.  Bahkan pada 2 Juli 2020 UNESCO telah menetapkan Kaldera Toba sebagai Global Geopark.

Jejak kedahsyatan letusan Gunung Toba purba di masa silam masih bisa disaksikan hingga saat ini di kawasan wisata Danau Toba dan Pulau Samosir.  Keindahan alam di kawasan ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Bukan hanya sekedar menikmati keindahan alamnya saja, di kaldera yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba ini wisatawan juga bisa melakukan berbagai macam aktivitas yang seru dan menyenangkan.

Dengan luas sekitar 1.130 km persegi, Danau Toba menawarkan beragam wahana olahraga air yang layak untuk dicoba, mulai dari jetski, banana boat hingga berperahu atau naik kayak.

Danau ini juga sering dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi perahu sehingga wisatawan yang datang pun bisa turut menyaksikan kemeriahannya.

Selain mencoba wahana permainan air yang seru, wisatawan juga bisa memanfaatkan waktu liburannya dengan kegiatan hiking di kawasan perbukitan Danau Toba.  Jika ingin yang lebih menantang, tidak ada salahnya mencoba kegiatan offroad dengan sensasi yang cukup memacu adrenalin.

Masih ingin menikmati keindahan Danau Toba dan enggan untuk pulang?  Wisatawan bisa menginap di tepi Danau Toba dengan berkemah di lokasi ini.  Namun bagi yang ingin merasakan kenyamanan bisa menginap di beberapa penginapan yang ada di lokasi wisata ini.

Selain menikmati kemegahan Danau Toba yang begitu luas dan memanjakan mata, wisatawan juga bisa mengeksplore beberapa spot kece untuk mendapatkan pengalaman liburan yang lebih lengkap.

Salah satunya adalah mendaki Gunung Pusuk Buhit yang berada di Pulau Samosir.  Gunung Pusuk Buhit merupakan fenomena alam yang sangat unik.  Di ketinggian sekitar 1.900 mdpl pengunjung akan disuguhi dengan panorama alam yang begitu epic.

Menikmati keindahan Danau Toba dari ketinggian memang menjadi daya tarik tersendiri yang akan membuat siapapun betah berlama-lama di lokasi wisata ini.

Selain mendaki ke puncak Gunung Pusuk Buhit dengan sensasi petualangan yang cukup menantang, wisatawan juga bisa naik ke Menara Pandang Tele Samosir.

Di menara pandang ini terdapat beberapa tingkatan dengan jarak pandang yang berbeda untuk menyaksikan keindahan Danau Toba yang begitu eksotis.  Dengan latar Danau Toba dan perbukitan di sekitarnya, bidikan kamera di tempat ini akan menghasilkan foto yang sangat menarik.

Bagi yang ingin menikmati liburan dengan berburu sunrise, tidak ada salahnya melipir sejenak ke Bukit Gajah Bobok.  Dari atas ketinggian bukit ini wisatawan bisa menyaksikan keindahan sunrise lengkap dengan landscape perbukitan di sekitar Danau Toba dan view Danau Toba dari atas ketinggian.

Selain Bukit Gajah Bobok, wisatawan juga bisa mengeksplore beberapa bukit lainnya seperti Bukit Holbung dan Bukit Siadtaratas.

Di Bukit Holbung panorama alam yang tersaji begitu menawan, dimana satu sisi tersaji keindahan Danau Toba sementara di sisi lainnya adalah gugusan perbukitan yang hijau memanjakan mata.

Di Bukit Siadtaratas terdapat jalur setapak yang ujungnya berada di pesisir Danau Toba.  Lintasan di bukit ini memang menyajikan keindahan yang sangat epic dengan view alam perbukitan dan Danau Toba dari kejauhan.

Lokasi

Lokasi Gunung Toba atau yang saat ini dikenal dengan Danau Toba berada di Provinsi Sumatera Utara.  Lokasi Danau Toba dikelilingi oleh 7 kabupaten yaitu Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir.

Jaraknya sekitar 90,1 km dari Kota Medan dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam perjalanan menuju ke Kabupaten Dairi.