Makam Soekarno, Destinasi Wisata Sejarah dan Ziarah di Kota Blitar!

Makam Soekarno
Photo by @yesikaryalianti

Nyero.ID – Makam Soekarno merupakan kompleks pemakaman Presiden pertama Republik Indonesia yang juga dikenal sebagai proklamator kemeredakaan RI.  Kompleks pemakaman ini merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan ziarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan saat liburan ke Kota Blitar, Jawa Timur.

Sejarah Makam Soekarno

Presiden pertama RI Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 dan pernah mewasiatkan untuk dimakamkan di pemakaman sederhana dekat Istana Bogor.

Namun pada masa pemerintahan Orde Baru, Presiden Soeharto memutuskan untuk memakamkan Soekarno di samping makam ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai di pemakaman umum Kota Blitar, Jawa Timur.

Keputusan tersebut sempat menuai protes dari pihak keluarga Soekarno yang mengkalim bahwa Soekarno pernah berwasiat untuk dimakamkan di wilayah Bandung.

Namun dalam autobiografinya, Soeharto menyebutkan bahwa keluarga besar Soekarno berselisih paham mengenai lokasi pemakaman sang proklamator hingga akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di Blitar mengingat hubungannya yang sangat dekat dengan sang ibu.

Sementara menurut pandangan sejarawan, keputusan tersebut diambil agar para peziarah tidak terlalu dekat dengan pusat politik.

Pada tahun-tahun pertama setelah pemakaman sang proklamator, kompleks pemakaman tersebut sering didatangi oleh para peziarah dan banyak diantara mereka yang mengambil sedikit tanah di makam tersebut.

Karena dikhawatirkan tanah makam akan terkikis, maka pemerintah pun berinisiatif untuk membatasi jumlah peziarah yang datang.

Pada tahun 1977 pemerintah Orde Baru melakukan rehabilitasi di kompleks pemakaman dan membangun suatu mausoleum yang kemudian diresmikan pada tahun 1979.

Meskipun ada kritikan dari pihak keluarga terhadap pembangunan mausoleum yang dianggap tidak bermusyawarah dulu.  Namun di lain pihak banyak pejabat tinggi pemerintah yang mulai mengunjungi makam tersebut.

Setelah masa pemerintahan Orde Baru usai, pemerintah Kota Blitar mulai menggalakkan promosi wisata sejarah dan ziarah di makam Soekarno sebagai salah satu daya tarik Kota Blitar bagi wisatawan.

Seiring berjalannya waktu, kompleks pemakaman Soekarno dikenal sebagai objek wisata ziarah politik.  Makam Soekarno menjadi salah satu tempat bagi para politisi untuk berziarah ketika akan mencalonkan diri dalam pemilu.

Beberapa tokoh politik yang pernah berziarah di makam Soekarno antara lain adalah Megawati pada Pilpres 2004, Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Selain peziarah politik, banyak masyarakat umum yang datang dengan tujuan untuk berziarah dan mendo’akan Soekarno sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal.

Dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar diketahui bahwa jumlah pengunjung yang datang ke makam Soekarno sepanjang tahun 2019 ada sekitar 1.500 orang setiap harinya.  Dan terhitung sejak tahun 2017 pemerintah Kota Blitar menetapkan biaya retribusi bagi wisatawan yang datang.

Bagi sobat Nyero yang berencana melakukan perjalanan wisata sejarah dan ziarah ke makam Soekarno berikut ini adalah informasi lengkap menganai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Sejak tahun 2017 Pemerintah Kota Blitar telah menetapkan biaya retribusi sebesar Rp 3.000 bagi wisatawan yang ingin mengunjungi perpusatakaan, sementara untuk tiket masuk makam Soekarno gratis.  Sedangkan biaya parkir kendaraan roda empat ditetapkan sebesar Rp 10.000.

Jam Buka

Makam Soekarno buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB.  Dengan jam buka yang cukup panjang pengunjung bisa datang sesuai kebutuhan sehingga memungkinkan untuk menyambangi tempat wisata lainnya yang terdekat di Kota Blitar.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di kompleks makam Soekarno sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain adalah area parkir, perpustakaan, toko souvenir, dll.

Daya Tarik

Makam Soekarno bisa menjadi pilihan yang menarik untuk tujuan wisata sejarah dan ziarah ketika liburan di Kota Blitar.  Tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator ini memiliki daya tarik tersendiri dengan nuansa nasionalisme di dalamnya.

Dengan luas lahan sekitar 1,8 hektar, kompleks makam Soekarno terbagi menjadi tiga bagian yaitu halaman, teras, dan pendopo/mausoleum.  Pembagian menjadi tiga ini merupakan simbol tahap kehidupan dalam budaya Jawa, yaitu janin – kehidupan – kematian.

Memasuki area makam pengunjung akan melewati gerbang atau gapuro agung yang menjadi penanda masuk ke area makam kedua orang tua Soekarno.  Bangunan gapura menghadap selatan dengan desain seperti Gapura Candi Bentar, bangunan khas Bali dan Candi Waringin Agung di Mojokerto.

Setelah melewati gapura, pengunjung akan menyaksikan makam Bung Karno yang berada di area pendopo.  Pendopo di makam Soekarno setinggi 15 meter dengan atap tembaga berlapis tiga pada bagian atasnya, khas gaya arsitektur Jawa.

Nisan di makam Soekarno terbuat dari batu pualam hitam dengan tulisan “Di sini dimakamkan Bung Karno.”  “Proklamator Kemerdekaan & Presiden Pertama Republik Indonesia, Penyambung Lidah Rakyat”.

Museum di Makam Bung Karno

Museum di makam Soekarno menyimpan berbagai macam peninggalan bersejarah yang akan mengajak pengunjungnya untuk sedikit menapak tilas perjalanan sejarah Soekarno dari masa ke masa.

Beberapa diantaranya adalah koleksi foto Sang Prokalamator saat beraktivitas, peristiwa terkenal hingga ketika beliau jatuh sakit sebelum akhirnya wafat.

Di museum ini juga terdapat koleksi uang kuno lembaran Rp 1.000 tahun 1964 yang konon bisa melengkung sendiri saat berada di tangan.  Koleksi lainnya adalah koper buatan Jerman yang dahulu sering digunakan oleh Soekarno.

Salah satu keunikan yang bisa disaksikan di museum ini adalah keberadaan lukisan Soekarno yang dibingkai dengan kayu berwarna emas berukuran 1,5 m x 1,75 meter.

Konon lukisan ini terlihat seolah mengawasi kemanapun pengunjung bergerak dan pada bagian dada terlihat seolah berdegup layaknya jantung manusia.

Perpustakaan

Selain museum, makam Soekarno juga dilengkapi dengan perpustakaan yang menyimpan berbagai macam koleksi buku sejarah serta perjuangan Soekarno.

Bangunan perpustakaan yang didesain dengan gaya modern minimalis membuat pengunjung semakin betah berada di tempat ini.  Pada saat-saat tertentu di perpustakaan ini juga diputar film dokumenter mengenai Bung Karno.

Gong Perdamaian

Setelah mengunjungi museum dan perpustakaan di makam Soekarno pengunjung juga bisa menyaksikan Gong Perdamaian atau dikenal dengan istilah World Peace Gong.  Gong dengan diameter 2,5 meter ini merupakan sumbangan dari The World Peace Committee.

Gong Perdamaian ini menjadi simbol yang bertujuan untuk mengingatkan perdamaian dunia dengan tidak ada lagi perang, konflik SARA dan konflik lainnya.

Gong Perdamaian ini juga bisa ditemukan di Bali, Ambon dan Palu.  Pada bagian permukaannya terdapat sembilan simbol agama dan bendera dari sejumlah negara.

Setelah selesai berziarah di makam Soekarno, berkeliling museum dan membaca buku di perpustakaan pengunjung bisa singgah ke deretan toko souvenir yang ada di kawasan ini.

Ada banyak pilihan pernai-pernik yang bisa dibeli untuk oleh-oleh bagi keluarga atau sahabat di rumah.  Mulai dari gantungan kunci, kaos, lukisan, aksesoris, hingga patung Bung Karno.

Untuk melengkapi liburan selama di Kota Blitar wisatawan juga bisa menyambangi destinasi wisata lainnya yang terdekat.  Dua diantaranya adalah Monumen PETA di Bendogerit, Sanawetan danTugu Bung Karno yang berada di Jalan Imam Bonjol, Gedog, Sanawetan, Kota Blitar.

Lokasi

Lokasi makam Soekarno berada di Jalan Ir.  Soekarno No. 152 Bondogerit, Kecamatan Sanawetan, Kota Blitar, Jawa Timur.  Lokasi wisata ziarah ini cukup mudah untuk diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.