Monumen Nasional Indonesia, Destinasi Wisata Sejarah yang Jadi Simbol Kebesaran dan Semangat Perjuangan Bangsa

Monumen Nasional Indonesia
Monumen Nasional Indonesia taken by @zakyfadli

Nyero.ID – Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan Tugu Monas merupakan salah satu tempat wisata yang menarik untuk tujuan wisata sejarah dan edukasi.  Ikon Kota Jakarta ini dibangun untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa sekaligus sebagai simbol semangat perjuangan Bangsa Indonesia.

Monumen Nasional atau Monas dibangun di tengah Lapangan Merdeka dimana salah satunya adalah Lapangan Ikada.  Lapangan inilah yang dulu digunakan oleh Soekarno dan Moh. Hatta menggelar rapat raksasa dan menghimpun kekuatan rakyat dalam melawan penjajahan.

Sejarah pembangunan Monas bermula dari pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah untuk ajang Asian Games ke-4 pada tahun 1962.  Selain Gelora Bung Karno, Tugu Selamat Datang dan Hotel Indonesia, Monas menjadi salah satu ambisi Bung Karno untuk menunjukkan kebesaran Bangsa Indonesia.

Meskipun mendapat banyak kritikan karena kondisi ekonomi bangsa yang sedang memburuk saat itu, namun Bung Karno tetap mewujudkan ambisinya tersebut dan memulai pembangunannya pada 17 Agustus 1961.

Design pada Tugu Monas ini menggabungkan konsep Lingga dan Yoni.  Dimana lingga digambarkan dengan tugu obeliks yang menjulang tinggi dan lidah api yang menyimbolkan perjuangan yang tidak pernah surut .  Harapannya Monas bisa menjadi inspirasi untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi selanjutnya.

Sementara yoni digambarkan dengan pelataran cawan di bawah tugu.  Konsep Lingga dan Yoni pada Tugu Monas melambangkan kesuburan dan keharmonisan yang saling melengkapi dalam sejarah Indonesia.

Dana yang digunakan untuk pembangunan Monas bukan hanya berasal dari pemerintah saja tetapi juga dari sumbangan beberapa pihak.  Sementara lapisan emas seberat 28 kg pada bagian puncak Monas merupakan sumbangan dari Teuku Markam, seorang pengusaha dari Aceh yang dekat dengan Bung Karno.

Pembanguna Monas dilakukan dalam dua tahap dengan proses rekonstruksi hingga 14 tahun.  Tahap pertama pembangunan dimulai pada tahun 1961 dengan penancapan pasak beton pertama oleh Prseiden Soekarno.

Tahap pembangunan pondasi selesai pada bulan Maret 1962 sementara dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober.  Setidaknya ada sekitar 284 pasak beton yang digunakan sebagai pondasi dan 360 pasak bumi untuk pondasi Museum Sejarah Nasional.

Proses pembangunan Monas sempat terhenti karena adanya peristiwa Gerakan 30 September dan dilanjutkan kembali pada tahun 1969 – 1975 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. Monas kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Dengan berbagai daya tarik dan sejarah dibalik proses pembangunannya, Monas menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi saat liburan.

Bagi sobat Nyero yang sedang merencanakan liburan edukatif di Monumen Nasional Indonesia, berikut ini adalah beberapa informasi tentang harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Monas dibedakan menjadi tiga jenis yaitu untuk dewasa, pelajar, dan anak-anak.  Tiket masuk ke puncak Monas untuk dewasa sebesar Rp 15.000, Cawan dan Museum sebesar Rp 5.000.

Untuk pelajar tiket masuk puncak Monas sebesar Rp 8.000, Cawan dan Museum sebesar Rp 3.000.  Sementara untuk anak-anak tiket masuk puncak Monas sebesar Rp 4.000, Cawan dan Museum sebesar Rp 2.000.

Tersedia juga tiket elektronik yang bisa digunakan untuk masuk ke Tugu Monas dan fasilitas umum lainnya seperti Bus TransJakarta.  Bagi yang ingin menikmati Kota Jakarta dari ketinggian bisa menyewa teropong dengan membeli koin seharga Rp 2.000 saja.

Jam Buka

Jam buka tugu Monas setiap hari Selasa – Minggu dan terbagi dalam 2 sesi.  Yaitu sesi I mulai pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB dan sesi II mulai pukul 19.00 WIB – 22.00 WIB.  Sementara untuk area Taman Monas buka mulai pukul 07.00 WIB – 24.00 WIB.

Fasilitas

Sebagai ikon Kota Jakarta, Monumen Nasional Indonesia sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang cukup memadai.  Mulai dari area parkir, toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas, lift, taman, pusat kuliner dan souvenir, hingga 400 lampu LED yang menerangi setiap sudut taman di malam hari.

Daya Tarik

Monumen Nasional Indonesia merupakan landmark Kota Jakarta dengan berbagai daya tarik di dalamnya.  Tempat bersejarah yang terkenal dengan sebutan Tugu Monas ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di kawasan Tugu Monas yang membuat tempat ini tidak pernah sepi pengunjung.  Banyak masyarkat Jakarta yang meluangkan waktunya datang ke Monas untuk melakukan aktivitas olahraga seperti lari, voli atau sekedar jalan santai menikmati sore.

Area Monas yang cukup luas juga sering dimanfaatkan pengunjung untuk kegiatan bersepeda.  Untuk keperluan gowes bersama keluarga atau sahabat pengunjung bisa menyewa sepeda sesuai kebutuhan.

Selain aktivitas olahraga, banyak pengunjung yang datang ke Taman Monas untuk menikmati waktu santai bersama keluarga.  Taman yang asri dan sejuk di kawasan Monas ini memang sangat cocok untuk keperluan rekreasi.

Di taman Monas ini terdapat lahan cukup luas yang digunakan untuk kandang rusa.  Dari luar kandang pengunjung bisa menyaksikan tingkah polah para rusa yang cukup jinak.  Meski begitu pengunjung tidak boleh memberikan makanan sembarangan kepada rusa-rusa tersebut.

Daya tarik lainnya yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Monas adalah menikmati atraksi air mancur menarinya yang begitu indah.  Atraksi ini bisa dinikmati setiap hari Sabtu dan Minggu malam secara gratis.  Dimana dalam satu hari atraksi diperlihatkan dalam dua sesi dengan durasi masing-masing sesi 20-30 menit, yaitu pada pukul 19.30 WIB dan pukul 20.30 WIB.

Momen seru lainnya yang bisa dilakukan di kawasan Monas adalah mengunjungi Museum Sejarah Nasional yang sangat menarik untuk keperluan wisata edukasi.  Museum ini berisi tentang sejarah Indonesia, sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru.

Berkunjung ke Monumen Nasional Indonesia tidak akan lengkap rasanya tanpa naik ke puncak Tugu Monas yang begitu ikonik.  Untuk kerperluan ini telah tersedia fasilitas lift yang bisa digunakan pengunjung naik ke puncak tugu.

Dari puncak Tugu Monas ini pengunjung bisa menikmati keindahan Kota Jakarta dengan segala kesibukannya.  Untuk mendapatkan view yang lebih maksimal, tersedia beberapa teropong yang bisa disewa oleh pengunjung.  Dengan kapasitas hanya 50 orang saja, pengunjung diwajibkan antre untuk bisa naik ke atas puncak Tugu Monas.

Aktivitas lainnya yang tidak boleh dilewatkan ketika liburan ke Monas adalah berburu kuliner khas Jakarta yang menggugah selera.  Berbagai macam jajanan dan makanan khas Jakarta bisa dinikmati di sekitar kawasan Monas.  Pengunjung juga bisa berburu souvenir khas Jakarta di kawasan Monas untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Baca Juga: 11 Daftar Museum di Jakarta untuk Destinasi Wisata Edukasi & Liburan bersama Keluarga

Lokasi

Lokasi Monumen Nasional Indonesia berada di Jalan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat.  Lokasinya yang berada di puast Kota Jakarta sangat mudah untuk diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun trasportasi umum.

Beberapa moda transportasi yang bisa dipilih antara lain adalah MRT yang kemudian bisa dilanjutkan dengan naik bus tingkat secara gratis.  Rute yang dilalui bus tingkat ini antara lain adalah Taman Kalijodo, Senayan, Harmoni, Sarinah, Juanda, hingga Museum Gajah.

Transportasi lainnya adalah KRL Commuter Line dan bisa turun di Stasiun Gondangdia kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 1,4 km menuju ke Monas yang hanya butuh waktu sekitar 18 menit saja.  Jika naik bus TransJakarta maka bisa langsung turun di Halte Balai Kota dan tinggal menyeberang saja menuju gerbang utama Monas.