11 Daftar Museum di Jakarta yang Menarik untuk Tujuan Wisata Edukasi dan Rekreasi bersama Keluarga

Museum di Jakarta
Photo taken by @maximilianusdaniel

Nyero.ID – Dikenal sebagai ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta menyimpan sejuta pesona yang memikat dengan ragam destinasi wisata di dalamnya.  Selain wisata selfie kekinian yang sedang naik daun saat ini, banyak museum di Jakarta yang cocok untuk wisata edukasi.  Sebagai referensinya, berikut ini adalah daftar museum di Jakarta yang menarik untuk tujuan wisata edukasi dan rekreasi bersama keluarga.

1.  Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia berada di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Gambir, Kota Jakarta Pusat.  Museum yang populer dengan nama Museum Gajah ini dibangun pada tahun 1778 dan menjadi museum pertama terbesar di Asia Tenggara.

Koleksi benda bersejarah di Museum Nasional Indonesia berasal dari seluruh nusantara seperti arca, prasasti dan benda-benda kuno lainnya.   Jumlah koleksinya pun terus bertambah hingga di tahun 2006 tercatat setidaknya ada lebih dari 140.000 koleksi, dimana hanya sepertiganya saja yang diperlihatkan untuk umum.

Museum Nasional Indonesia buka setiap hari Selasa – Jum’at mulai pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB dan Sabtu – Minggu mulai pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.  Sementara untuk hari Senin dan hari libur nasional museum ini tutup.

Tiket masuk Museum Nasional Indonesia sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.  Untuk rombongan minimun 20 orang diberlakukan tiket masuk sebesar Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.  Sementara bagi wisatawan asing diberlakukan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang.

Baca selengkapnya: Museum Gajah: Museum Nasional Indonesia Terbesar SeAsia Tenggara, Lengkap dengan Kegiatan Edukatif dan Virtual Tour

2.  Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional berada di Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Senen, Kota Jakarta Pusat dan merupakan bekas sekolah kedokteran STOVIA yang dibangun pada tahun 1899.  Di museum ini terdapat banyak koleksi bersejarah seperti alat kedokteran kuno yang masih sangat konvensional.

Di museum ini juga terdapat ruangan besar dengan banyak tempat tidur lengkap dengan jas putih khas dokter yang digantung pada setiap sisinya.  Ruangan ini menggambarkan asrama kedokteran pada masa lalu.  Berada di ruangan ini pengunjung akan diajak kembali ke masa silam dengan nuansa tempo doeloe yang begitu kental.

Museum Kebangkitan Nasional buka setiap hari Selasa – Jum’at pada pukul 08.30 WIB – 15.00 WIB dan Sabtu – Minggu pada pukul 08.30 WIB – 14.00 WIB.  Sementara harga tiketnya sebesar Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.

3.  Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga dengan sebutan Museum Fatahillah berada di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Pinagsia, Taman Sari, Kota Jakarta Barat.  Museum seluas 1.300 meter persegi ini mengusung konsep Istana Dam Amsterdam Belanda yang dilengkapi dengan bangunan utama dan bangunan sayap pada bagian kanan dan kirinya.

Ada banyak koleksi benda bersejarah yang disimpan di museum ini, mulai dari keramik, pedang hingga lukisan kuno.  Salah satu koleksi yang cukup unik dan menarik perhatian adalah meriam “Si Jagur” dari abad ke-16 yang berada di halaman museum.

4.  Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum ini berada di Jalan Pos Kota, Kota Tua, Pinangsia, Jakarta Barat, tepatnya di seberang Museum Fatahillah.  Bangunan museum ini awalnya merupakan gedung Kantor Dewan Kehakiman Belanda di tahun 1870.

Dengan gaya arsitektur neo klasik yang megah, Museum Seni Rupa dan Keramik menyimpan berbagai macam koleksi benda seni dan keramik dari masa Kerajaan Majapahit dan berbagai negara.

5.  Museum Wayang Jakarta

Museum Wayang Jakarta masih berada di kawasan Kota Tua tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No.27, Pinangsia, Jakarta Barat.  Sebelum menjadi museum di tahun 1975, bangunan yang didirikan pada tahun 1640 ini merupakan De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda.

Museum ini menyimpan beragam koleksi wayang dari berbagai daerah seperti Jawa dan Sunda.    Bukan hanya wayang dari Indonesia saja, museum ini juga menyimpan berbagai macam wayang dan boneka dari negara tetangga seperti Malaysia, Cina,Thailand, Vietnam, India dan bahkan Perancis.

6.  Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia masih berada di sekitar kawasan Kota Tua tepatnya di Jalan Lada 3, Pinangsia, Taman Sari, Kota Jakarta Barat.  Bangunan megah dengan gaya arsitektur khas Belanda pada museum ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan terkesima.

Museum ini buka setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 08.30 WIB – 16.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang dan gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

7.  Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti berada di Jalan Tanah  Abang I No. 1 Gambir, Jakarta Pusat.  Museum dengan luas 1,2 hektar ini merupakan museum cagar budaya peninggalan Belanda.  Museum ini merupakan kawasan pemakaman elite di masa kolonial Belanda dan banyak tokoh terkenal yang dimakamkan di tempat ini.

Suasana mistis di kawasan museum ini masih begitu terasa, terlebih jika melihat ragam koleksi yang tersimpan di dalamnya.  Seperti batu nisan dan peti jenazah yang digunakan untuk membawa jenazah Presiden ke-1 RI, miniatur makam dari seluruh provinsi di Indonesia, hingga lonceng yang biasa dibunyikan ketika ada jenazah yang akan dimakamkan di area ini.

Museum Prasasti buka setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 WIB – 16.30 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang.

8.  Museum Tekstil Jakarta

Museum Tekstil Jakarta berada di Jalan Ks. Tubun No. 2-4 Palmerah, Jakarta Barat.  Museum yang didirikan pada tahun 1976 ini menyimpan sejumlah koleksi kain tradisional yang sangat beragam, mulai dari kain batik kuno hingga modern.

Bukan hanya membuka galeri batik saja, museum ini juga dilengkapi dengan kebun pewarna alami seluas 2.000 meter persegi.  Pengunjung bisa belajar tentang bahan pewarna alami untuk proses pewarnaan kain.

Selain itu juga terdapat ruang perpustakaan serta pengenalan wastra dimana pengunjung bisa mencoba mengoperasikan alat tenun tradisioanal secara langsung.

9.  Museum Layang-layang

Museum Layang-layang pertama di Indonesia ini berada di Jalan H. Kemang No. 38, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.  Di museum ini tersimpan lebih dari 600 koleksi layang-layang dalam berbagai bentuk yang unik, mulai dari tradisional hingga modern.

Bukan hanya sekedar melihat koleksi layang-layang yang unik dan beragam, di museum ini pengunjung juga bisa belajar membuat layang-layang dan melukis layang-layang.

10.  Museum di Tengah Kebun

Museum yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan ini sebenarnya adalah rumah tinggal pribadi yang kemudian dibuka sebagai museum sejak tahun 2009.  Untuk mengunjungi museum ini wisatawan harus reservasi terlebih dahulu dengan jumlah kunjungan tidak lebih dari 10 orang.

Ada banyak koleksi menarik yang disimpan di museum ini.  Mulai dari fosil kayu, patung, topeng hingga fosil kerang yang dikumpulkan oleh pemiliknya selama 40 tahun dari berbagai penjuru dunia.

Museum ini hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.30 WIB – 15.00 WIB dan bisa dikunjungi secara gratis.

11.  Museum Macan

Museum Macan berada di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No. 5, Kebun Jeruk, Kota Jakarta Barat.  Sebutan Museum Macan merupakan singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art Nusantara.

Sesuai dengan konsepnya, museum ini dilengkapi dengan berbagai macam karya seni modern dan kontemporer yang menghadirkan spot-spot instagramable di dalamnya.  Beberapa seniman terkenal dunia bahkan sering memamerkan karya mereka yang unik dan berhasil menarik perhatian pengunjung.

Museum Macan buka setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 10.00 WIB – 18.00 WIB dengan harga tiket sebesar Rp 100.000 untuk dewasa, Rp 90.000 untuk pelajar dan pengunjung di atas usia 65 tahun dan Rp 80.000 untuk anak usia 3 – 12 tahun.  Sementara untuk anak-anak di bawah 3 tahun gratis.