Museum Geologi Bandung, Destinasi Wisata Edukatif Dekat Gedung Sate dan Taman Lansia Bandung

Museum Geologi Bandung
Photo by @14torry

Nyero.ID – Museum Geologi Bandung merupakan salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Kota Bandung.  Museum ini menyimpan cerita sejarah yang cukup panjang karena berkaitan erat dengan penyelidikan geologi di Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 1850-an.  Dimana lembaga yang menangani penyelidikan tersebut dikenal dengan nama Dienst van den Mijnwezen.

Hingga akhirnya museum ini resmi dibuka pada 16 Mei 1929 bersamaan dengan pembukaan gedung Dienst van den Mijnbouw.  Momen ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan Konggres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 pada 18-24 Mei 1929 di Institut Teknologi Bandung.

Museum Geologi sendiri telah mengalami beberapa perubahan secara kelembagaan, seperti ketika pada masa pemerintahan Belanda (1929-1941) museum ini dikenal dengan sebutan Geologist Laboratorium.

Sementara pada masa pendudukan Jepang nama Dienst van den Mijnbouw berubah menjadi Kogyoo Zimusho dan kemudian berganti Tisitutyosazyo yang menjadikan museum ini sebagai bagian dari Laboratorium Paleontologi dan Kimia.

Dalam perkembangannnya, Museum Geologi Bandung pernah ditutup pada tahun 1999 untuk keperluan renovasi dan dibuka kembali pada 23 Agustus 2000.  Setelah beberapa kali mengalami perubahan pada tahun 2003 Museum Geologi menjadi Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi di bawah Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dengan sejarah yang begitu panjang dan berbagai cerita menarik di dalamnya, Museum Geologi sangat cocok untuk wisata sejarah dan edukasi.  Untuk menyiapkan agenda liburan ke Museum Geologi, berikut ini adalah beberapa informasi terkait harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati wisata edukatif di Museum Geologi Bandung, harga tiket masuk yang harus disiapkan sebesar Rp 2.000 untuk pelajar dan mahasiswa.  Sementara untuk umum dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 dan wisatawan mancanegara sebesar Rp 10.000.

Jam Buka

Museum Geologi Bandung buka setiap hari Senin – Kamis mulai pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB dan hari Sabtu – Minggu mulai pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB.  Sementara untuk hari Jum’at dan hari libur nasonal museum ini tutup.

Fasilitas

Sebagai salah satu destinasi wisata edukatif di Bandung, Museum Geologi sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang cukup lengkap.  Diantaranya adalah Ruang Peragaan yang terdiri dari Ruang Geologi Indonesia, Ruang Sejarah Kehidupan, dan Ruang Sumber Daya Geologi.  Selain itu terdapat Ruang Dokumentasi Koleksi yang menyimpan berbagai macam koleksi bersejarah, mulai dari koleksi zaman Belanda hingga koleksi hasil penelitian saat ini.

Fasilitas lainnya yang tersedia di Museum Geologi Bandung adalah auditorium yang digunakan untuk penyelenggaraan seminar, pemutaran film dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pendidikan.  Selain itu juga tersedia Ruang Edukasi, toko souvenir, masjid dengan kapasitas 700 orang, poliklinik, dan juga toilet.

Daya Tarik

Museum Geologi menawarkan wisata edukasi yang sangat menarik dengan berbagai macam koleksi bersejarah di dalamnya.  Di museum ini pengunjung bisa mengeksplore setiap ruangan yang tersedia untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai seluk beluk geologi.  Salah satunya adalah di Ruang Peragaan yang terdiri dari Ruang Geologi Indonesia, Ruang Sejarah Kehidupan dan Ruang Sumber Daya Geologi.

Di Ruang Geologi Indonesia ini pengunjung akan diperlihatkan bagaimana asal mula bumi, pergerakan dan struktur kerak bumi, batuan dan mineral, pelapukan dan erosi, gunung api dan karst serta geologi pulau-pulau di Indonesia.  Ruangan ini juga dilengkapi dengan video interaktif sehingga momen belajar di museum semakin menyenangkan.

Di Ruang Sejarah Kehidupan yang berada di sayap sebelah timur, pengunjung akan diajak untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkembangan sejarah kehidupan yang terbagi menjadi 4 sudut peraga dan 1 sudut dunia fosil.

Yaitu Pra Kambrium dan Paleozoikum, Mesozoikum, serta Kenozoikum, yang terbagi menjadi Zaman Tersier dan Zaman Kuarter.  Di ruang ini juga terdapat peninggalan artefak dan fauna yang memberikan informasi tentang sejarah terbentuknya Kota Bandung.

Di Ruang Sumber Daya Geologi yang berada di lantai 2 sayap sebelah timur, pengunjung akan diperlihatkan 8 sudut peragaan.  Yang terdiri dari pengenalan mengenai Sumber Daya Geologi, Mineral Logam, Mineral Non Logam, Minyak dan Gas Bumi, Batu Mulia, Panas Bumi, Batubara dan Sumber Daya Air.

Ruang lainnya yang menarik untuk dieksplore adalah Ruang Dokumentasi Koleksi, di ruang ini pengunjung akan diperlihatkan berbagai macam koleksi meseum.  Mulai dari batuan, mineral, artefak hingga fosil.  Ruangan ini bukan hanya difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan koleksi yang ada tetapi juga sebagai tempat untuk kegiatan preparasi maupun restorasi.

Daya tarik lainnya dari Museum Geologi bisa ditemukan di Auditorium.  Selain digunakan untuk kegiatan seminar, ceramah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pendidikan, auditorium dengan kapasitas 200 orang ini juga digunakan sebagai tempat pemutaran film dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Sebagai penutup untuk mengakhiri kunjungan ke Museum Geologi Bandung, pengunjung bisa singgah sejenak ke toko souvenir untuk membeli buah tangan.  Ada banyak cenderamata yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, seperti buku-buku dan alat peraga yang berhubungan dengan geologi, aksesoris, t-shirt, gantungan kunci, dll.

Lokasi Museum Geologi yang berada di pusat kota juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena sangat mudah untuk diakses.  Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan bangunan bersejarah lainnya seperti Gedung Sate yang hanya berjarak sekitar 800 meter dari museum dan bisa diakses dalam waktu sekitar 1 menit saja.

Gedung Sate sendiri merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1920 dengan nama Gouvernements Bedrijven.  Meskipun Gedung Sate dikenal sebagai kompleks perkantoran pemerintahan Provinsi Jawa Barat namun lantai dasar gedung ini merupakan museum.

Di museum ini pengunjung bisa melihat berbagai macam koleksi seni seputar Bandung.  Selain itu juga terdapat 6 instalasi interaktif yang merupakan visual pembangunan Gedung Sate.  Sementara di lorong pintu keluar museum terdapat rangkaian lukisan kece yang melukiskan berbagai macam hal tentang Bandung.

Destinasi wisata lainnya yang cukup dekat untuk diakses adalah Taman Lansia.  Meskipun namanya Taman Lansia namun taman ini terbuka untuk semua usia.  Nama lansia sendiri merujuk pada usia taman ini yang sudah sangat tua karena sudah ada sejak tahun 1885.

Taman yang buka selama 24 jam ini bisa menjadi pilihan yang menarik sebagai tujuan wisata setelah Museum Geologi.  Selain menikmati suasana taman yang asri dan sejuk, pengunjung juga bisa menyewa kuda atau delman untuk berkeliling taman.  Beberapa spot foto kece di taman ini juga sangat menarik untuk dieksplore dan diabadikan dalam bidikan kamera.

Jika masih belum puas berfoto di Taman Lansia, wisatawan bisa melanjutkan agenda liburan ke Upside Down World Bandung.  Di tempat wisata kekinian ini pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai spot kece dalam beberapa tema yang unik.

Lokasi

Museum Geologi Bandung berada di Jalan Diponegoro No. 57, Kota Bandung, Jawa Barat.  Lokasi museum yang berada di pusat kota sangat mudah untuk diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.  Untuk mengetahui rute selengkapnya silahkan gunakan aplikasi Google Maps.