Museum KAA Bandung, Menelusuri Jejak Keberhasilan Politik Luar Negeri Indonesia!

Museum KAA
Photo by @abangpujii

Nyero.ID – Museum KAA Bandung bisa menjadi alternatif tujuan wisata edukasi bersama keluarga saat liburan tiba.  Museum ini menjadi saksi peristiwa bersejarah yang telah terjadi pada tahun 1955, tepatnya setelah 10 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Meskipun usia kemerdekaan Bangsa Indonesia pada waktu itu baru genap 10 tahun, namun Indonesia telah berani mengusulkan dan bersedia menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 18 – 24 April 1955 di Bandung.

Kesuksesan Konferensi Asia Afrika (KAA)  dalam mempersatukan sikap dan menyusun pedoman kerjasama antar bangsa-bangsa di Asia Afrika telah melahirkan Dasasila Bandung.  Yang kemudian menjadi pedoman bagi bangsa-bangsa yang terjajah dalam memperjuangkan kemerdekaannya dan sekaligus menjadi prinsip dasar dalam upaya memajukan perdamaian dan kerjasama dunia.

Konferensi Asia Afrika menjadi tonggak terbesar keberhasilan politik luar negeri Indonesia sehingga tidak berlebihan jika momen tersebut patut diabadikan sebagai salah satu catatan sejarah yang sangat berharga.

Hingga akhirnya pada tahun 1980 tepatnya ketika berlangsung rapat Panitia Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. selaku Menteri Luar Negeri menyampaikan gagasannya untuk mendirikan Museum Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka, Bandung.

Gagasan tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari berbagai pihak terutama Presiden Soeharto.  Museum KAA akhirnya diresmikan pada 24 April 1980 bertepatan dengan puncak perayaan Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika.

Museum ini menyimpan peninggalan bersejarah dan informasi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika sehingga sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan seputar Konferensi Asia Afrika.

Museum KAA Bandung menyediakan ruang pameran yang lengkap berupa benda-benda peninggalan sejarah, foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955.

Selain itu juga dipamerkan foto-foto peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya KAA, dampak KAA bagi dunia internasional, Gedung Merdeka dari masa ke masa, hingga profil negara-negara peserta KAA.

Bagi sobat Nyero yang sedang merencanakan liburan edukatif di Kota Bandung tidak ada salahnya mengunjungi Museum KAA sebagai tujuan wisata bersama keluarga.

Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan jam buka yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Museum Konferensi Asia Afrika Bandung terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi secara gratis, kecuali untuk kepentingan tertentu yang sifatnya komersial.

Jam Buka

Museum KAA Bandung buka setiap hari Selasa – Kamis mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB, sementara hari Jum’at buka mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB.  Untuk hari Sabtu dan Ahad buka setiap hari 09.00 WIB – 16.00 WIB.

Museum KAA tutup setiap hari Senin dan hari libur nasional.  Jam operasional museum juga mengalami perubahan pada bulan Ramadhan.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Museum KAA sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain adalah ruang audio visual, perpustakaan, hingga penyediaan aktivitas riset bagi masyarakat khususnya para pelajar dan peneliti.

Fasilitas lainnya yang tersedia adalah jasa pemandu wisata yang akan memberikan penjelasan lengkap mengenai koleksi yang tersimpan di museum KAA.

Pemanduan dilakukan untuk kunjungan yang sifatnya resmi seperti tamu pemerintahan maupun kunjungan umum.  Untuk fasilitas ini pengunjung bisa melakukan reservasi terlebih dahulu.

Daya Tarik

Museum KAA Bandung merupakan museum bersejarah yang dibangun sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955.

Museum ini juga bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap terkait penyelenggaraan KAA yang merupakan tonggak bersejarah yang penting dalam upaya perdamaian dunia.  Dengan demikian, berkunjung ke Museum KAA Bandung bisa menjadi pilihan wisata edukatif yang bermanfaat.

Sebagai museum bersejarah yang menyimpan berbagai macam dokumen dan info penting terkait penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di museum ini.

Pameran Tetap

Pameran tetap di Museum KAA Bandung memperlihatkan sejumlah koleksi benda dan foto dokumenter yang berhubungan dengan beberapa peristiwa seperti Konferensi Bogor, Konferensi Kolombo, Pertemuan Tugu, Koneferensi Asia Afrika di tahun 1955.

Selain itu juga diperlihatkan foto-foto dokumenter yang menggambarkan latar belakang penyelenggaraan KAA dan bagaimana pengaruhnya terhadap dunia.  Perkembangan Gedung Merdeka dari masa ke masa, dan profil negara peserta Konferensi Asia Afrika.

Perpustakan

Perpustakaan Museum KAA Bandung menyimpan koleksi buku-buku tentang sejarah, sosial, politik, dan budaya mengenai negara-negara di Asia Afrika.  Di perpustakaan ini juga terdapat dokumen-dokumen penting mengenai KAA dan konferensi lanjutannya.

Koleksi lainnya berupa majalah dan surat kabar yang didapatkan melalui pembelian maupun sumbangan pihak lain.  Di perpustakaan ini pengunjung bisa mencari berbagai macam informasi tertulis terkait Konferensi Asia Afrika.

Film Dokumenter

Di museum Asia Afrika Bandung terdapat ruang audio visual yang digunakan untuk memutar film dokumenter.  Ruang ini digunakan sebagai sarana untuk menayangkan beberapa film dokumenter mengenai bagaimana keadaan dunia hingga tahun 1955.

Film dokumenter yang diputar bukan hanya tentang Konferensi Asia Afrika dan konferensi kelanjutannya saja tetapi juga tentang kebudayaan negara-negara di Asia Afrika sehingga semakin membuka wawasan pengunjung.

Pameran Temporer

Selain pameran tetap, di Museum KAA juga tersedia pameran temporer yang kegiatannya dilakukan pada saat-saat tertentu.  Biasanya jadwal pameran temporer akan diinformasikan melalui website resmi museum dan digelar di luar museum KAA.

Pameran temporer bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang politik luar negeri dan sejarah diplomasi Indonesia.

Kegiatan Komunitas

Di Museum KAA Bandung rupanya juga terdapat komunitas masyarakat yang dibentuk atas dukungan pihak museum.  Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sejarah, politik internasional dan wawasan mengenai politik luar negeri di masa yang akan datang.

Virtual Tour Museum KAA

Virtual Tour Museum KAA menjadi salah satu daya tarik yang tidak boleh dilewatkan oleh masyarakat yang belum sempat mengunjungi museum secara langsung.

Kegiatan tour secara virtual ini bisa diakses melalui website resmi museum.  Dengan fasilitas ini masyarakat bisa menyaksikan berbagai area dan koleksi yang ada di Museum KAA sehingga memberikan kemudahan tersendiri.

Setelah puas berkeliling dan menikmati wisata edukatif di Museum KAA Bandung, pengunjung bisa melanjutkan liburan ke beberapa tempat wisata terdekat.  Salah satunya adalah Alun-alun Kota Bandung.

Di Alun-alun Kota Bandung wisatawan bisa menikmati suasana Kota Bandung sambil bersantai, ngobrol dan bahkan foto-foto.  Tidak jauh dari alun-alun terdapat bangunan Masjid Raya Bandung yang megah dengan kubah emas dan menara tinggi di sisi kanan kirinya.

Selain menjalankan ibadah, di masjid ini pengunjung juga bisa naik ke atas menara dan menikmati keindahan Kota Bandung dari atas ketinggian.

Untuk naik ke atas menara ini pengunjung harus membayar tiket masuk yang cukup terjangkau dan kemudian menuju ke puncak menara menggunakan lift.

Perlu diketahui bahwa akses menuju ke puncak menara Masjid Raya Bandung tidak dibuka pada pagi hari, malam hari, dan pada waktu sholat Jum’at.  Selain itu jumlah pengunjung juga dibatasi agar tidak melebihi kapasitas lift.

Lokasi

Lokasi Museum KAA Bandung terletak di Jalan Asia Afrika No. 65, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.  Lokasi museum yang berada di Kota Bandung sangat mudah untuk diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.