Museum Wayang Jakarta, Alternatif Tujuan Wisata Budaya dan Edukasi di Kawasan Kota Tua Jakarta

Museum Wayang Jakarta
Museum Wayang Jakarta taken by @nasrullhabib

Nyero.ID – Museum Wayang Jakarta merupakan salah satu museum bersejarah yang ada di Kota Jakarta.

Lokasinya berdekatan dengan Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No. 27-29, Tamansari Pinangsia, Jakarta Barat.

Seperti  museum bersejarah lainnya di kawasan Kota Tua, Museum Wayang Jakarta juga merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Bangunan bergaya klasik ini dibangun pada tahun 1640 dan difungsikan sebagai De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda.

Bangunan gereja ini sempat diperbaiki di tahun 1732 dan berganti nama menjadi De Nieuw Hollandsche Kerk atau Gereja Baru Belanda.

Namun di tahun 1808 bangunan pertama dan tertinggi di Jakarta ini hancur akibat adanya bencana gempa bumi.

Setelah sempat berganti-ganti nama dan mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi, pihak Belanda kemudian membangun kembali gedung di bekas reruntuhan bangunan sebelumnya.

Di tahun 1936 bangunan ini ditetapkan sebagai monumen oleh lembaga independen yang bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang.

Pada tahun 1939 gedung ini dijadikan museum dengan nama Oude Bataviasche Museum oleh Stichting Oude Batavia atau Lembaga Batavia Lama.

Pada 22 Desember 1939 gedung ini dibuka secara resmi sebagai Museum Batavia oleh Jonkheer Meester Aldius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer yang merupakan Gubenur Jenderal Belanda terakhir.

Destinasi Wisata Museum Wayang Jakarta
Photo by @gnfi

Hingga akhirnya pada tanggal 13 Agustus 1975 gedung ini diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur Jakarta yang saat itu dijabat oleh Ali Sadikin.

Latar belakang terbentuknya museum Wayang yaitu menyimpan berbagai macam koleksi wayang dan boneka dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga negara-negara tetangga.

Visi utama Museum Wayang Jakarta adalah menjadikannya sebagai pusat pelestarian pewayangan dan pedalangan Indonesia serta bisa menjadi tujuan wisata seni dan budaya yang edukatif bertaraf internasional.

Jadi, salah satu alasan mendirikan museum Wayang di Jakarta adalahuntuk melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya di Indonesia.

Dengan kisah sejarah dan ragam koleksi wayang yang ada di dalamnya, Museum Wayang Jakarta sangat cocok untuk tujuan wisata budaya dan edukasi bersama keluarga.

Informasi Lengkap Destinasi Wisata Museum Wayang Jakarta

Bagi sobat Nyero yang sedang merencakan liburan dan mencari manfaat edukatif di Museum Wayang Jakarta berikut ini adalah beberapa informasi mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik dan lokasi yang perlu diketahui.

1. Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Museum Wayang Jakarta sangatlah terjangkau, yaitu sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

2. Jam Buka

Museum Wayang Jakarta buka setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB sementara untuk hasi Sabtu dan Minggu buka hingga pukul 20.00 WIB.

3. Fasilitas

Fasilitas di Museum wayang Jakarta sudah cukup memadai sehingga Kamu akan merasa betah dan nyaman saat liburan di tempat bersejarah ini.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain adalah area parkir, akses WiFi, toilet, Ruang Pamer, Ruang Pergelaran, Taman Museum Wayang, Ruang Punakawan untuk kegiatan seminar, pertunjukan mini, sarasehan, dll.

Fasilitas lainnya adalah mushola, spot foto, tempat duduk, dan toko souvenir yang menyediakan pernak-pernik cenderamata seperti wayang kulit, wayang golek, wayang kaca, buku-buku tentang pewayangan, dll.

4. Daya Tarik

Museum Wayang Jakarta sangat menarik untuk dijadikan tujuan wisata bersama keluarga karena sarat akan muatan budaya dan edukasi di dalamnya.

Bangunan gedung yang gaya klasik akan menyambut kedatangan Kamu dengan berbagai kisah sejarah di dalamnya.

Meskipun bangunan ini merupakan bangunan tua peninggalan Belanda namun konstruksinya tetap kokoh sehingga bisa dinikmati oleh lintas generasi.

Koleksi Museum wayang dan penjelasannya
Photo by @galeri.potrait

Museum Wayang Jakarta menyimpan koleksi wayang yang sangat lengkap.

Setidaknya ada sekitar 6.300 koleksi yang terdiri dari berbagai macam jenis wayang dan boneka dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang beber, wayang purwa, wayang janur, boneka, topeng hingga gamelan.

Koleksi tertua yang tersimpan di Museum Wayang Jakarta adalah Wayang Intan yang dibuat oleh Ki Guna Kerti Wanda pada tahun 1870.

Wayang dari Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung budaya dunia pada 17 November 2003 di Paris dan mendapatkan piagan resmi Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Jenis jenis wayang yang ada di museum wayang jakarta
Photo by @1000.miles.journey

Sejumlah koleksi wayang, boneka dan lukisan di Museum Wayang Jakarta akan memberikan banyak informasi mengenai kisah dan karakter masing-masing tokoh pewayangan.

Sehingga wawasan Kamu mengenai dunia pewayangan dan karakter lainnya semakin bertambah.

Pada bagian pintu masuk terlihat koleksi wayang golek dengan karakter tokoh Gatotkaca dan permaisurinya, Pergiwa.

Tokoh wayang ini merupakan tokoh yang digambarkan memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat dan tidak terkalahkan.

Wayang golek sendiri merupakan jenis wayang yang berasal dari Sunda dan terbuat dari material kayu.

Koleksi lainnya adalah sebuah prasasti berbahasa Belanda yang berisi tentang sejarah pembangunan gedung museum.

Tiket masuk museum wayang jakarta
Photo by @natnitnotz.art

Sementara pada bagian bawahnya terdapat patung Semar yang dikenal memiliki karakter bijaksana dalam dunia pewayangan.

Koleksi tokoh pewayangan yang ada di museum ini sangat lengkap, dari Punakawan, Pandawa, Kurawa hingga Rama dan Shinta yang sangat melegenda.

Selain itu juga terdapat wayang golek dari Betawi yang bentuknya mirip dengan manusia asli, satu set boneka Sigale-gale serta Gundala-gundala dari Sumatera Utara.

Di museum ini juga terdapat koleksi boneka legendaris khas Indonesia yang dikenal dalam Film Unyil.

Mulai dari tokoh utamanya yang bernama Unyil, hingga teman-temannya seperti Cuplis, Melanie, Usro, hingga Mbok Bariyah, Pak Raden dan Pak Ogah yang sangat unik.

Latar belakang terbentuknya museum wayang
Photo by @desikurniaramdhan

Koleksi lainnya yang tidak kalah menarik adalah Wayang Purwa dari Bali, wayang kulit Purwa dari Banjar, Kalimantan Selatan, dan Wayang Revolusi.

Ada juga koleksi Wayang Potehi dari China yang dulu sering dimainkan di Semarang dan Surabaya dengan kisah Sampek Engtay dan Sampokong-nya yang melegenda.

Sementara koleksi boneka dari Inggris ada sebanyak 7 buah yang dikenal dalam cerita Punch and Jody pada tahun 1971.

Koleksi boneka lainnya berasal dari Vientam, Thailand, Polandia, Perancis dan Srilanka.

Selain memiliki jumlah koleksi wayang yang sangat lengkap, Museum Wayang Jakarta juga menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang bisa diikuti oleh pengunjung.

Kegiatan tersebut antara lain adalah Pergeleran rutin setiap bulan seperti Pergelaran Wayang Golek pada setiap Minggu ke-2, Pergelaran Wayang Kulit Betawi setiap Minggu ke-3, dan Pergelaran Wayang Purwa setiap Minggu terakhir.

Kegiatan lainnya adalah Pekan Museum Wayang, peragaan pembuatan wayang kulit dan wayang golek serta peragaan karawitan untuk pelajar dan masyarakat umum.

Dan yang tidak kalah menarik adalah lomba mewarnai dan melukis wayang bagi pelajar.

Di museum ini, Kamu juga akan diajari membuat wayang dari janur yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Lokasi Museum Wayang Jakarta yang berada di kawasan Kota Tua menjadi daya tarik tersendiri karena sangat mudah untuk diakses dan berdekatan dengan beberapa museum bersejarah lainnya.

Untuk melengkapi momen liburan bersama keluarga, Kamu bisa sekalian mengunjungi museum lainnya yang ada di Kota Tua.

Baca Juga: Nama Rumah Adat Betawi Beserta Gambar & Penjelasannya

Lokasi

Lokasi Museum Wayang Jakarta berada di Jalan Pintu Besar Utara No. 27-29, Tamansari Pinangsia, Jakarta Barat.

Lokasinya yang berdekatan dengan beberapa museum bersejarah di Kawasan Kota Tua sangat mudah untuk diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.