Puncak Everest: Pesona Gunung Himalaya yang Mendunia

Pesona Gunung Himalaya yang Mendunia
Photo by Alamnature.com

Nyero.ID – Popularitas puncak Everest di Gunung Himalaya sudah sangat mendunia, puncak tertinggi di dunia ini menjadi magnet bagi para pendaki profesional untuk menaklukannya. Deretan pegunungan di Asia ini membentang di area yang begitu luas mencakup beberapa wilayah negara yang berbeda.

Yaitu Pakistan, India, Nepal, Bhutan dan China.  Keberadaan gunung ini menjadi sumber bagi aliran sungai besar dunia, yaitu Sungai Indus dan Ganga-Brahmaputra.  Ada sekitar 750 juta orang yang mendiami wilayah di sekitar aliran kedua sungai tersebut.

Pegunungan Himalaya memanjang hingga kurang lebih 2.400 km, mulai dari Nanga Parbat yang berada di sebelah barat hingga Namche Barwa di sebelah timur. Dengan lebar yang bervariasi antara 250-300 km, pegunungan ini terdiri dari 3 barisan pararel dengan ketinggian yang berbeda.  Pegunungan ini muncul akibat adanya tumbukan antar lempeng tektonik sehingga menghasilkan deretan pegunungan tinggi non vulkanik.

Sejarah Terbentuknya Gunung Himalaya

Sejarah Terbentuknya Gunung Himalaya
Photo by Hdwallpapers.in

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Leigh Royden, seorang profesor geologi dari Earth Atmospheric and Planetary System Depatement di Massachusetts Institute of Technology.

Terungkap bahwa tabrakan besar yang terjadi sekitar 80 juta tahun yang lalu, ketika daratan India bergerak cepat ke arah Eurasia dan menyusup ke bawahnya memunculkan Pegunungan Himalaya.

Pergerakan daratan India yang begitu cepat sebenarnya melalui proses yang panjang, karena sebelumnya kecepatan gerakan daratan India hanya 5 cm per tahun.

Namun sekitar 80 juta tahun yang lalu pergerakannya mengalami peningkatan hingga 15 cm per tahun. Hingga akhirnya muncul tabrakan besar dan menyebabkan terciptanya pegunungan Himalaya.

Pergerakan ini dipicu oleh dua zona subduksi yang sering memicu terjadinya gempa. Hasil riset ini sekaligus mematahkan teoti pembentukan Gunung Himalaya sebelumnya yang menyatakan bahwa kecepatan gerakan daratan India dipicu oleh adanya gunung berapi.

Jalur Pendakian Gunung Himalaya

Jalur Pendakian Gunung Himalaya
Photo by Rei.com

Dengan puncak Everest di ketinggian 8.848 Mdpl, proses pendakian menuju ke puncak gunung membutuhkan banyak perjuangan. Dimana jalur yang ditempuh bukanlah medan yang mudah. Ada banyak rintangan yang menghadang di sepanjang jalur pendakian. Bahkan banyak kasus pendaki meninggal sebelum mencapai puncak Everest, karena berbagai hal. Mulai dari suhu ekstrem hingga kondisi fisik yang tidak memungkinkan.

Setelah tiba di Tribhuvan International Airport para penjelajah bisa segera melanjutkan perjalanan ke Tenzing-Hillary Airport di Lukla. Dan perjalanan menuju ke puncak gunung tertinggi di dunia bisa dimulai dari Lukla dengan berjalan sekitar 3 jam menuju ke Phakding di ketinggian 2.656 Mdpl.

Perjalanan selanjutnya menuju ke Namche di ketinggian 3.450 Mdpl dengan waktu tempuh sekitar 8 jam. Jika kebetulan para pendaki tiba di Namche pada hari Sabtu, maka bisa sekalian menyaksikan bazaar yang menjual berbagai macam perlengkapan camping bekas yang masih layak pakai.  Para pendaki biasanya menjual murah peralatan campingnya kepada penduduk setempat untuk mengurangi beban bawaan di bagasi.

Sembari menikmati bazaar dan suasana yang ada, para pendaki bisa sekaligus melakukan penyesuaian suhu (aklimatisasi) agar tubuh lebih siap untuk melakukan pendakian.

Dari Namche, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Tengboche di ketinggian 3.867 Mdpl dengan suhu udara yang semakin dingin.  Di lokasi ini pendaki juga bisa singgah sejenak untuk mengunjungi Kuil Monastrey sebelum melanjutkan pendakian.

Dari Tengboce, perjalanan bisa dilanjutkan kembali menuju ke Periche di ketinggian 4.252 Mdpl.  Semakin tinggi pendakian, suhu udaranya juga semakin dingin dan ekstrem.  Oleh karena ini di lokasi ini pendaki bisa kembali melakukan aklimatisasi agar suhu tubuh tetap terjaga dengan baik.

Penyesuaian suhu bisa dengan tinggal di wilayah ini beberapa hari agar tubuh semakin terkondisi dengan cuaca dingin yang cukup ekstrem.

Perjalanan bisa dilanjutkan kembali menuju ke Lobuche di ketinggian 4.930 Mdpl dengan suhu udara yang sangat dingin, bahkan atap tempat peristirahatan pun tertutup salju.

Dari Lobuche, para pendaki bisa naik lagi ke Gorak Sheep dengan ketinggian sekitar 5.184 Mdpl.  Nah, penginapan terakhir sebelum sampai ke EBC (Everest Base Camp) ada di lokasi ini.

EBC berada di ketinggian 5.364 Mdpl dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam dari Gorak Sheep. Di area EBC ini para pendaki akan disambut dengan bendera warna warni khas Himalaya yang sangat menarik. Agar tubuh mampu beradaptasi dengan baik, sebaiknya tinggal beberapa hari sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung.

Dari base camp ini para pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Camp 1 di ketinggian 6.000 Mdpl, Camp 2 dan Camp 3 di ketinggian 7.300 Mdpl. Selanjutnya menuju ke Puncak Everest di ketinggian 8.848 Mdpl. Mencapai puncak gunung Himalaya menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap pendaki.

Baca: 11 Deretan Gunung Tertinggi di Indonesia yang Menantang untuk Ditaklukan

Pesona Gunung Himalaya yang Mendunia

Pesona Puncak Gunung Himalaya yang Mendunia
Photo by BHMPics.com

Ada banyak hal menarik yang bisa menggambarkan keindahan dan keunikan Gunung Himalaya, sebagai puncak gunung tertinggi di dunia. Berikut ini adalah beberapa pesonanya:

Perkampungan asri yang ada di kawasan Gunung Himalaya menjadi pemandangan yang sangat menarik dengan tata kota dan gaya arsitekturnya yang mempesona.

Keindahan matahari saat terbit dan tenggelam menyajikan panorama alam yang begitu menakjubkan.

Adanya jalur pendakian yang sangat menantang, yaitu jalur Roopkund yang akan mengajak para pendaki menuju ke danau paling eksotis di pegunungan Himalaya.

Kuliner lezat yang mungkin tidak akan ditemukan di daerah manapun, yaitu keju yang terbuat dari susu Yak atau lembu yang berbulu panjang. Keju dengan tekstur yang keras ini menjadi menu khas bagi penduduk Himalaya yang hidup secara nomaden.

Di ketinggian sekitar 6.719 Mdpl, tepatnya di sisi sebelah barat terdapat Valley of Flowers, sebuah lembah yang sangat luas dengan pemandangan yang menawan. Hamparan bunga yang bermekaran berpadu dengan hijaunya dedaunan menjadi oase di tengah perjalanan yang melelahkan.

Beberapa side trip dalam pendakian ke Gunung Himalaya menyajikan pemandangan alam yang sangat mempesona. Salah satunya adalah The Kathmandu Valley yang berada di Nepal, di lokasi ini terdapat banyak situs warisan dunia dengan berbagai keindahannya.

Fakta seputar Gunung Himalaya

Fakta Gunung Himalaya yang Mendunia
Photo by Thumbs.mic.com

Dibalik pesona dan keindahan Gunung Himalaya yang sudah sangat mendunia, berikut ini adalah beberapa fakta seputar Gunung Himalaya yang perlu diketahui:

Puncak Everest dijuluki sebagai tempat paling mematikan di dunia dimana terdapat jalur pendakian Death Zone di ketinggian 8.000 Mdpl. Di lokasi ini banyak jenazah pendaki yang dibiarkan begitu saja karena biaya untuk evakuasi sangatlah mahal.

Beberapa penyebab kematian antara lain adalah hipotermia dan edema atau kelebihan cairan di paru-paru, hipoksia, suhu dingin yang terlalu ekstrem hingga badai salju dan gangguan kesehatan lainnya.

Gunung Himalaya menjadi tempat wisata ekslusive di Bhutan karena di negara ini dikenakan pajak dan biaya hidup yang tinggi. Negara ini juga menolak mass tourism serta backpacker dengan alasan untuk menjaga identitas nasional dan menjaga nilai-nilai tradisi dari pengaruh asing. Jalur pendakian seperti Snowman Track masih bisa dilalui oleh wisatawan secara ekslusive.

Mencapai puncak Gunung Himalaya adalah sebuah kebanggan bagi setiap pendaki, namun begitu faktor keamanan menjadi hal yang mutlak diperhatikan sebelum melakukan pendakian. Persiapan fisik dan penyesuaian suhu tubuh dengan keadaan sekitar gunung yang bersuhu ekstrem wajib dilakukan.

Video Rahasia Gunung Himalaya

Baca: Pesona Alam Gunung Merbabu, Gunung Terindah di Jawa Tengah