Pura Uluwatu Bali, Keindahan yang Sempurna ketika Nuansa Spiritual Berpadu dengan Laut Biru, Sunset, dan Tarik Kecak

Pura Uluwatu Bali
Photo by @sscibali

Nyero.ID – Pura Uluwatu Bali merupakan salah satu ikon wisata di Pulau Dewata yang sangat populer dikalangan wisatawan.

Pura yang berada di Desa Pecatu ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh Umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin.

Uluwatu dalam bahasa Sansekerta bisa diartikan sebagai puncak batu karang. Pura ini memang dibangun di atas sebuah tebing batu karang dengan ketinggian 97 mdpl.

Dimana pada bagian depannya terdapat sebuah hutan kecil atau alas kekeran yang berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Seperti halnya di Ubud Monkey Forest, di hutan ini juga terdapat kawanan kera abu-abu ekor panjang.

Demi kenyamanan bersama, maka sangat disarankan bagi wisatawan untuk tidak membawa barang-barang yang menarik perhatian kera agar tidak dicuri oleh kera-kera tersebut.

Untuk memasuki area pura, pengunjung wajib mengenakan pakaian yang sopan. Selain itu pengunjung juga harus mengenakan selendang yang diikatkan di pinggang.

Selendang yang dikenal dengan sebutan selempot ini menjadi simbol penghormatan terhadap kesucian pura dan pengikat niat buruk dalam jiwa.

Pura Luhur Uluwatu memiliki beberapa pura pesanakan, dimana masing-masing pura memiliki hubungan yang erat dengan Pura Uluwatu sebagai pura induk.

Pura pesanakan tersebut meliputi Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding, dan Pura Pangleburan.

Lokasi Pura Luhur Uluwatu yang berada di atas sebuah tebing menyajikan panorama alam yang luar biasa indah dengan view lautan biru nan eksotis di bawahnya.

Selain menyuguhkan keindahan laut biru yang memanjakan mata, lokasi Pura Uluwatu juga dikenal sebagai salah satu spot sunset yang paling menawan.

Tidak jauh dari lokasi pura ini terdapat Pantai Suluban yang sudah sangat populer di kalangan penghobby surfing.

Ombak besar di pantai ini memang sangat menantang, sehingga sering digunakan sebagai lokasi untuk kejuaraan surfing tingkat internasional.

Pesona keindahan di Pura Uluwatu Bali semakin mengesankan dengan adanya pertunjukan Tari Kecak yang biasanya dimulai dari jam 18.00 WITA sampai jam 19.00 WITA.

Menikmati tarian khas Bali diantara hembusan angin laut dan sunset tentu menjadi sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Informasi Lengkap Destinasi Wisata Pura Luhur Uluwatu Bali

Bagi yang sedang merencanakan liburan asik di Pura Luhur Uluwatu Bali berikut ini adalah beberapa informasi terkait harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

1. Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Pura Uluwatu Bali sebesar Rp 20.000 untuk wisatawan domestik dewasa dan Rp 10.000 untuk wisatawan domestik anak-anak.  Sementara untuk wisatawan asing harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak.  Sedangkan biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp 5.000 dan untuk mobil sebesar Rp 10.000.

Harga tiket masuk untuk menikmati pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu Bali sebesar Rp 135.000 – 150.000 untuk dewasa dan Rp 65.000 – Rp 75.000 untuk anak-anak, sementara untuk balita di bawah usia 2 tahun tidak dikenakan biaya tiket pertunjukan atau gratis.

2. Jam Buka

Jam buka Pura Uluwatu Bali dimulai pada pukul 07.00 WITA – 19.00 WITA.  Jam buka ini berlaku untuk wisatawan, sementara untuk keperluan ibadah Umat Hindu pura ini buka selama 24 jam.

3. Fasilitas

Fasilitas di Pura Uluwatu Bali sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para wisatawan.  Mulai dari area parkir, toilet, penginapan, hingga deretan tempat makan dengan berbagai macam sajian yang menggugah selera.

4. Daya Tarik

Sesuai dengan namanya, Pura Uluwatu berada di puncak terbing karang yang menjorok ke arah laut.

Lokasinya yang berada di ketinggian tebing menyajikan panorama laut lepas yang begitu menyejukkan mata.

Perpaduan antara nuansa alam dan spiritual di tempat ini membuat suasana di Pura Uluwatu semakin terasa sakral.

Suasana di kawasan Pura Luhur Uluwatu Bali semakin indah ketika momen sunset tiba. Mentari yang perlahan tenggelam terlihat sangat jelas tanpa adanya penghalang.

Sehingga memperlihatkan bentuk bulatnya yang sempurna dengan semburat warna orange dan jingga di sekelilingnya.

Daya tarik lainnya dari Pura Uluwatu Bali adalah pertunjukan seni Tari Kecaknya yang sangat melegenda.

Dalam pertunjukan ini para penari akan menempati posisi duduk melingkar dengan kostum kain sarung hitam putih yang sangat identik dengan budaya Bali.

Tarian ini diciptakan oleh seniman tari Bali yang bernama Wayan Limbak pada tahun 1930.

Durasi tarian ini sekitar 60 menit dan dimainkan oleh 50-100 orang penari yang sebagian besar adalah laki-laki.

Kisah yang biasa dimainkan dalam pertunjukan Tari Kecak adalah Ramayana dengan ciri suara bersahutan “cak-cak-cak” para penarinya yang sangat khas.

Pertunjukan tari tradisional Bali ini biasanya dilakukan pada sore hari menjelang momen sunset tiba, yaitu sekitar pukul 18.00 WITA – 19.00 WITA.

Untuk mengantisipasi banyaknya penonton, maka sangat disarankan untuk datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat duduk dengan view terbaik.

Pertunjukan Tari Kecak di kawasan Pura Uluwatu memang sangat unik karena berada di atas ketinggian tebing batu karang dengan panorama laut biru yang begitu menakjubkan.

Nuansa alam dan magis saat pertunjukan Tari Kecak semakin terasa ketika momen sunset tiba dengan sejuta keindahannya.

Selain menyajikan keindahan pura di atas tebing yang berpadu dengan laut biru, sunset dan seni pertunjukan Tari Kecak-nya, Pura Uluwatu juga berdekatan dengan beberapa destinasi wisata lainnya yang tidak kalah eksotis.

Diantaranya adalah Puncak Karang Boma Pecatu, Pantai Nyang Nyang, dan Pantai Padang Padang yang masih berada di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Puncak Karang Boma terkenal dengan keindahan tebing batu karang dan lautan biru sebagai background-nya.

Tepat di bawah tebing ini terdapat Pantai Pecatu yang sering digunakan untuk kegiatan surfing.

Berada di ketinggian Puncak Karang Boma ini wisatawan bisa menikmati keindahan alam di sekitarnya dan berburu spot kece untuk kegiatan fotografi.

Sementara Pantai Nyang Nyang terkenal sebagai salah satu pantai tersembunyi di Bali dengan pesona alamnya yang begitu memikat.

Karena pesona dan keindahannya ini Pantai Nyang Nyang bahkan masuk dalam daftar pantai terbaik di dunia pada tahun 2018 versi CNN travel International.

Pantai Nyang Nyang memiliki garis pantai dengan pasir berwarna kuning keemasan yang sangat indah.

Di sekitarnya terdapat tebing dengan pepohonan yang rimbun, padang rumput serta lautan biru yang menyejukkan pandangan.

Selain itu, ombak di pantai ini juga sangat cocok untuk aktivitas surfing. Perpaduan inilah yang membuat paket keindahan di pantai Nyang Nyang begitu sempurna.

Tidak berbeda dengan Pantai Nyan Nyang, Pantai Padang Padang juga menyajikan panorama laut yang begitu eksotis dengan sejuta keindahan di dalamnya.

Karena keindahannya, Pantai Padang Padang bahkan pernah menjadi salah satu lokasi syuting film Eat Pray Love yang dibintangi oleh Julia Robets dan video klip band terkenal MLTR.

Baca Juga: Tegenungan Waterfall Bali, Destinasi Wisata Eksotis dekat Pasar Seni Sukawati

5. Lokasi

Lokasi Pura Uluwatu Bali terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Jaraknya sekitar 21,5 km dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit perjalanan melalui Jalan Raya Uluwatu Pecatu.

Untuk mengetahui rute selengkapnya bisa menggunakan aplikasi Google Map.