6 Jenis Rumah Adat Limasan Suku Jawa Beserta Keunikannya!

Rumah Adat Limas
Photo by @dekorasirumahjawa

Nyero.ID – Rumah adat Limasan merupakan salah satu jenis rumah tradisional Jawa yang dalam pembangunannya menggunakan konsep knockdown yang cukup sederhana.

Dimana sambungan antar bagiannya diperkuat dengan sistem sundhuk, yang memungkinkan material kayu pada rumah ini lebih lentur dan elastis.

Sehingga mampu meredam getaran ataupun goncangan akibat adanya pergeseran tanah pada saat terjadi gempa bumi.

Model rumah limasan merupakan sebutan untuk rumah adat yang ada di Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, beberapa wilayah di Jawa Barat dan pesisir pantai utara maupun selatan.

Model rumah ini juga ditemukan di daerah Bali maupun Madura meskipun sistem konstruksinya tidaklah sama.

Adapun jenis kayu yang digunakan untuk konstruksi bangunan rumah limasan adalah kayu jati karena struktur seratnya lebih awet dan tahan lama, bahkan bisa bertahan hingga ratusan tahun.

Pemilihan kayu yang tepat sangatlah penting agar bangunan rumah mampu berdiri kokoh dan awet.

Selain kayu jati, jenis kayu yang bisa digunakan untuk membangun rumah limasan adalah kayu sonokeling, nangka, dan kayu akasia.

7 Jenis Rumah Adat Limasan Suku Jawa Beserta Keunikannya!

Rumah adat limasan memiliki beberapa bentuk variasi dan ciri-ciri seperti berikut ini.

1. Rumah Limasan Trajumas

Model rumah ini terdiri dari empat sisi atap dengan ukuran sama panjang. Sementara struktur pokoknya terdiri dari enam buah tiang yang pada bagian tengahnya terdapat ander yang berfungsi sebagai pembagi ruangan dengan ukuran yang sama.

2. Rumah Limasan Trajumas Lawakan

Model rumah ini masih memiliki konsep yang sama dengan limasan trajumas hanya saja terdapat penambahan emper atau bale-bale di sekeliling bangunan.

Emper pada model bangunan ini memiliki atap dengan sudut kemiringan yang berbeda dari atap bangunan utama.

Untuk penyangganya sendiri, model rumah ini memiliki 20 tiang yang difungsikan sebagai struktur utama bangunan.

Sementara empat sisi atapnya masing-masing bersusun dua yang dihubungkan dengan sebuah bubungan.

2. Rumah Limasan Lambang Sari

Model rumah ini memiliki ciri khusus yang membedakannya dari model limasan lainnya. Yaitu terdapat balok penyambung antara atap brunjung dan atap penanggap pada bagian pembentuk atapnya.

Rumah ini memiliki 16 tiang penyangga dengan empat sisi atap yang dibentuk dalam dua susun.

Struktur ini digunakan sebagai penghubung pada celah renggangan yang berada di antara atap brunjung dan atap penanggap.

3. Rumah Limasan Trajumas Lambang Gantung

Model rumah ini dilengkapi dengan emper yang tidak terhubung langsung dengan tiang utamanya.

Bagian emper dari bangunan ini justru menempel pada kayu gantung yang berada di ujung brunjung. Atau yang dikenal dengan istilah “saka bethung”.

Rumah ini memilili 8-10 tiang penyangga dengan empat sisi atap yang renggang untuk mengatur sirkulasi udara di dalam rumah.

Bangunan ini memiliki dua ruangan yang disebut “rong-rongan” yang dibatasi oleh 4 tiang utama pada bagian tengahnya.

4. Rumah Limasan Lambang Teplok

Model rumah ini terlihat lebih tinggi jika dibandingkan dengan model rumah lainnya karena dilengkapi dengan renggangan di antara atap brunjung dan atap penanggap.

Rumah ini tidak menggunakan tutup keong tetapi menggunakan jenis balok dudur yang cukup kokoh.

5. Rumah Limasan Semar Tinandhu

Ciri khas rumah ini adalah atap brunjungnya ditopang oleh 4 buah tiang yang juga ditopang dengan blandar sehingga atap brunjung pada rumah ini tidak bertumpu langsung pada tiang utama.

6. Rumah Limasan Gajah Ngombe

Jumlah tiang yang digunakan pada rumah ini disesuaikan dengan besarnya ruangan. Rumah ini memiliki empat sisi atap, empat buah dudur dan satu buah wuwung.

Sementara pada satu sisi atapnya diberi tambahan emper dengan bentuk berundak karena memiliki kemiringan yang berbeda dari atap utama.

Baca Juga: 7 Keunikan Rumah Adat Honai Suku Dani Papua