Ujung Kulon National Park, Menjelajahi Habitat Asli Badak Jawa dan Eksotisme Alam di Sekitarnya!

Ujung Kulon National Park
Photo by @liburanbos

Nyero.ID – Ujung Kulon National Park bisa menjadi pilihan yang menarik untuk tujuan wisata bersama keluarga.  Taman nasional ini memiliki beragam jenis flora dan fauna termasuk jenis satwa liar yang dilindungi.  Seperti badak Jawa, owa Jawa, surili dan anjing hutan.

Terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Semenanjung Ujung Kulon menjadi habitat bagi badak Jawa yang diperkirakan jumlahnya mencapai 50-60 ekor.  Kawasan ini merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana badak Jawa mampu berkembang biak secara alami.

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki luas wilayah hingga 122.956 hektar, yaitu mulai dari Semenanjung Ujung Kulon hingga Samudera Hindia, dimana 443 km2 diantaranya merupakan wilayah lautan.

Secara administratif taman nasional ini berada di wilayah kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ujung Kulon National Park merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991.

Tipe ekosistem di kawasan ini terdiri dari hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan hujan tropika dataran rendah, dan padang rumput.

Di Taman nasional Ujung Kulon diperkirakan ada sekitar 30 jenis mamalia yang terbagi menjadi jenis mamalia ungulata seperti badak, banteng, rusa, babi hutan, kancil, rusa dan kijang.

Mamalia predator seperti anjing hutan, macan tutul, macan dahan, luwak, dan kucing hutan.  Serta mamalia kecil seperti landak, bajing tanah, kalong, berang-berang, trenggiling, jelarang, dll.

Sedangkan primata endemik di kawasan Ujung Kulon National Park terdiri dari owa dan surili.  Primata lainnya adalah kukang, lutung dan kera ekor panjang dengan populasi yang cukup banyak dan tersebar di sebagian wilayah ini.

Taman nasional Ujung Kulon menyajikan potensi wisata alam yang sangat beragam sehingga momen liburan di tempat ini terasa semakin lengkap dan menyenangkan.

Bagi sobat Nyero yang merencanakan liburan ke Ujung Kulon National Park berikut ini adalah informasi lengkap mengenai harga tiket masuk, jam buka, fasilitas, daya tarik dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Ujung Kulon National Park cukup bervariasi, berikut ini adalah list-nya:

  • Untuk WNI dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 pada hari kerja dan Rp 7.500 pada hari libur.
  • Untuk WNA dikenakan tiket masuk sebesar Rp Rp 150.000 pada hari kerja dan Rp 225.000 pada hari libur.
  • Untuk pelajar/mahasiswa WNI dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 pada hari kerja dan Rp 4.500 pada hari libur.
  • Untuk pelajar/mahasiswa WNA dikenakan tiket masuk sebesar Rp 100.000 pada hari kerja dan Rp 150.000 pada hari libur.
  • Untuk kegiatan berkemah dan penelusuran hutan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000.
  • Untuk kegiatan snorkeling dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 15.000.
  • Untuk kegiatan menyelam, kano, selancar dan memancing dikenakan biaya tambahan masing-masing sebesar Rp 25.000.

Untuk kegiatan yang dilakukan bersama rombongan dikenakan biaya tambahan yang lebih murah daripada perorangan.

Jam Buka

Ujung Kulon National Park buka setiap hari selama 24 jam sehingga memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi keindahan dan eksotisme tempat wisata di kawasan ini.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Ujung Kulon National Park sudah cukup memadai sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang datang.  Diantaranya adalah pusat informasi, restoran, cafe, dermaga, area camping, pos jaga, penginapan dll.

Daya Tarik

Ujung Kulon National Park menawarkan sensasi liburan yang sangat berkesan dengan panorama alam yang indah dan aneka satwa liar yang dilindungi.  Di taman nasional ini pengunjung bisa menjelajahi beberapa tempat wisata menarik dengan berbagai macam keindahan di dalamnya.

Semenanjung Ujung Kulon

Luas wilayah di Semenanjung Ujung Kulon sekitar 38.000 hektar dan menjadi habitat badak Jawa.  Pengelolaan wisata di kawasan ini sangat terbatas, tujuannya agar tidak mengganggu habitat badak Jawa yang ada di area ini.

Di kawasan Semenanjung Ujung Kulon ini terdapat jalur tetap untuk kegiatan trekking, area untuk berkemah dan wisata budaya di Goa Sang Hyang Sirah.  Selain itu terdapat fasilitas pos jaga di beberapa titik.

Gunung Honje

Gunung Honje merupakan salah satu wilayah di kawasan Ujung Kulon National Park yang menarik untuk dijelajahi.  Luas wilayahnya sekitar 19.000 hektar dan dikelilingi oleh 19 desa penyangga.  Salah satu yang menjadi pintu gerbang ke Taman Nasional Ujung Kulon adalah Desa Tamanjaya.

Di kawasan ini terdapat beberapa objek wisata menarik yang bisa dieksplore satu per satu.  Diantaranya adalah Desa Nelayan Cibanua, Curug Paniis, dan sumber air panas Cibiuk.  Selain itu wisatawan juga bisa menikmati wildlife viewing owa Jawa di Curug Cikacang.

Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata ini cukup lengkap, mulai dari penyewaan perahu atau kapal, penginapan, perkumpulan pemandu lokal, hingga pusat pembuatan souvenir patung badak.

Pulau Peucang

Dengan luas sekitar 450 hektar, Pulau Peucang menjadi salah satu tempat wisata yang cukup difavortkan oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.  Pulau ini memiliki pantai yang sangat cantik dengan hamparan pasir putih yang luas.

Di pulau nan eksotis ini pengunjung bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang menyenangkan, seperti berenang, menyelam, snorkeling, hingga tracking ke Karang Copong.  Karang Copong terkenal sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset di Taman nasional Ujung Kulon.

Fasilitas di pulau ini juga cukup lengkap karena tersedia penginapan, dermaga dan lain sebagainya. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan kehidupan satwa liar bisa menyeberang ke Padang Penggemabalaan Cidaon dengan menggunakan boat kecil sekitar 15 menit.

Di kawasan ini pengunjung bisa mengamati secara langsung aktivitas satwa seperti banteng, rusa, merak, dan babi hutan.  Selain itu juga terdapat mercusuar peninggalan Belanda serta bekas pembangunan dermaga di Tanjung Layar dan Cibom.

Tanjung Layar sendiri merupakan titik nol kilometer Pulau Jawa.  Di lokasi ini wisatawan bisa menyaksikan fanomena arus pertemuan antara Samudera Hindia dan Selat Sunda.

Pulau Panaitan

Tidak kalah eksotis dengan Pulau Peucang, wisatawan bisa mengeksplore keindahan Pulau Panaitan selama berada di Ujung Kulon National Park.  Pulau seluas 17.000 hektar ini memiliki kawasan hutan yang masih asli dengan aneka macam satwa liar di dalamnya.

Di kawasan pulau ini, tepatnya di Puncak Gunung Raksa terdapat arca Ganesha yang merupakan peninggalan bersejarah pada zaman Hindu kuno.

Karakter pantai di pulau ini juga sangat cocok untuk kegiatan menyelam, snorkeling dan berselancar sehingga momen liburan di Pulau Panaitan semakin menyenangkan.

Pulau Handeuleum

Pulau seluas 220 hektar ini dikelilingi oleh hutan mangrove dan berada di antara gugusan pulau-pulau kecil di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon.

Di pulau ini wisatawan bisa memanfaatkan waktu liburannya dengan bermain kano menyusuri Sungai Cigenter dan menikmati keindahan alam di sekitarnya yang didominasi oleh hutan hujan tropis.

Daya tarik lainnya dari Ujung Kulon National Park yang tidak boleh dilewatkan adalah fasilitas resort dan penginapan dengan fasilitas yang cukup memadai.

Sementara bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana di alam bebas dengan bisa mencoba berkemah di area yang sudah tersedia dengan biaya yang cukup murah.

Lokasi

Lokasi Ujung Kulon National Park berada di Kecamatan Sumur dan Kecematan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten.